Anggota DPRD Bantul Tipu-tipu CPNS Raup Ratusan Juta, untuk Pileg?

Anggota DPRD Bantul Tipu-tipu CPNS Raup Ratusan Juta, untuk Pileg?

Aditya Mardiastuti - detikJateng
Senin, 03 Okt 2022 13:15 WIB
Oknum anggota DPRD Bantul menipu mantan guru SD hingga saudaranya sendiri.
Oknum anggota DPRD Bantul menipu mantan guru SD hingga saudaranya sendiri, Senin (3/10/2022)..(Foto: Adithya Mardiastuti/detikJateng)
Sleman -

Oknum anggota DPRD Bantul ESJ (37) jadi tersangka penipuan bermodus penerimaan CPNS Pemkab Bantul. Total hasil tipu-tipu itu mencapai Rp 265 juta dari tiga korbannya, untuk persiapan Pileg?

"Dari keterangan untuk kepentingan pribadi tersangka. Beli barang untuk keperluan pribadi yang lain, hiburan dan sebagainya," kata Wadir Krimum Polda DIY, AKBP Tri Panungko saat ditanya apakah uang kejahatan tersangka digunakan untuk Pileg, saat jumpa pers di Mapolda DIY, Sleman, Senin (3/10/2022).

Tri mengungkap ketiga korban tersangka di antaranya merupakan mantan guru SD tersangka hingga kerabat sendiri. Ketiga korban melaporkan tersangka pada 24 Maret 2022 di Polda DIY dan akhirnya tersangka ditangkap pada 30 September 2022.


"Sebelum para korban melapor ke kami tentu sudah menghubungi dan mengklarifikasi terhadap tersangka untuk memediasi hal ini. Namun tersangka selalu berbelit-belit dan sulit ditemui dan tidak mau mengembalikan uang yang diberikan korban sehingga para korban membuat laporan ke Ditreskrimum Polda DIY," terangnya.

"Rata-rata korbannya adalah anak-anak dari pelapor karena diiming-imingi untuk bisa masuk dan jadi CPNS atau P3K Pemkab Bantul," sambung Tri.

Polisi mempersilakan korban lainnya untuk melapor. Pihaknya menyebut hingga saat ini baru ada tiga laporan dan satu tersangka dalam kasus tipu-tipu CPNS ini.

"Status tersangka ini adalah oknum anggota DPRD Bantul saat ini masih jadi anggota DPRD Bantul. Keterlibatan pihak lain sampai saat ini belum ada karena korban melaporkan dengan tindak pidana langsung kepada tersangka ini," jelas Tri.

"Terkait praktik-praktik sebelumnya yang pernah dilakukan tersangka kami menerima laporan baru kali ini dengan kasus penipuan dan penggelapan ini, sehingga kalau misal ada korban lain yang merasa pernah ditipu silakan membuat laporan. Kami bekerja berdasarkan laporan korban yang merasa tertipu," terang Tri.

Dalam kasus ini polisi menyita barang bukti berupa rekening koran, kuitansi pembayaran, dan juga kartu tes CPNS salah satu korban. Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 372 KUHP dan Pasal 378 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal masing-masing 4 tahun bui.



Simak Video "Kafe Tak Berizin di Babarsari Disegel, Sempat Terjadi Perlawanan"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/apl)