1.800 Polisi Siap Backup KPK Jemput Lukas Enembe di Papua

1.800 Polisi Siap Backup KPK Jemput Lukas Enembe di Papua

Tim detikSulsel - detikJateng
Senin, 03 Okt 2022 11:37 WIB
Gubernur Papua Lukas Enembe menjelaskan kondisi kesehatannya kepada awak media. Ia menyebutkan kesehatannya sedang menurun, bahkan bisa strok sewaktu-waktu.
Gubernur Papua Lukas Enembe menjelaskan kondisi kesehatannya kepada awak media. (Foto: Andi Nur Isman/detikcom)
Solo -

Polda Papua menyatakan 1.800 personel siap membackup jika diperlukan KPK dalam menjemput Gubernur Papua, Lukas Enembe. KPK akan menjemput Lukas Enembe terkait statusnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap.

"Ya ada dong (1.800 personel), ada. Jadi kan semua pasti perlu perencanaan. Nggak bisa langsung tiba-tiba kita minta (diminta) bantuan," ungkap Wakapolda Papua Brigjen Ramdani Hidayat kepada wartawan di Mako Brimob Polda Papua di Jayapura, demikian dilansir detikSulsel, Senin (3/10/2022).

Dia mengatakan semua daerah menginginkan masyarakat aman jika terjadi sebuah konflik. Maka dari itu, pihaknya terus bersiaga jika sewaktu-waktu diminta mengamankan.


"Suatu daerah yang mengalami konflik itu semua menginginkan masyarakat dalam keadaan aman lah. Aman nyaman, kalau aparatnya juga sudah siap semua," lanjut dia.

Menurutnya dalam mengamankan konflik, membutuhkan persiapan yang matang. Untuk itu, pihaknya mengaku akan menyampaikan perkembangannya secara terbuka.

"Kita rencanakan dan kita persiapkan secara matang. Untung ruginya kita sampaikan semua," imbuhnya.

Seperti diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan ada 1.800 personelnya di Papua disiagakan terkait penjemputan Lukas Enembe oleh KPK. Sigit mengatakan pihaknya siap melakukan backup jika diminta.

"Terkait dengan kasus Lukas Enembe. Kami telah menyiapkan 1.800 personel di Papua. Dan kami siap untuk membackup apabila memang KPK meminta," kata Kapolri dalam konferensi di Mabes Polri dilansir dari detikNews, Jumat (30/9).

Sigit menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh pemberantasan korupsi. "Tentunya kami juga mendukung penuh pemberantasan korupsi," ungkapnya.

Lukas Enembe terjerat kasus dugaan suap dan gratifikasi APBD Provinsi Papua. PPATK menemukan sejumlah transaksi terkait Lukas Enembe ke sejumlah rekening judi kasino di beberapa negara. Hingga kini, Lukas Enembe masih belum memenuhi dua kali panggilan KPK karena alasan sakit.



Simak Video "KPK Tolak Permintaan Pengacara Lukas Enembe untuk Diperiksa di Papua"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/sip)