Prihatin KDRT Lesti Kejora, Komnas Perempuan: Jangan Dianggap Settingan!

Nasional

Prihatin KDRT Lesti Kejora, Komnas Perempuan: Jangan Dianggap Settingan!

Tim detikNews - detikJateng
Sabtu, 01 Okt 2022 06:59 WIB
Lesti Kejora dan Rizky Billar
Lesti Kejora dan Rizky Billar. (Foto: Instagram/@lestykejora)
Solo -

Komnas Perempuan prihatin dengan dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami penyanyi Lesti Kejora oleh suaminya, Rizky Billar. Komnas Perempuan meminta kasus KDRT Lesti Kejora tidak dianggap sebagai settingan.

"Kekerasan dalam rumah tangga, tidak boleh dijadikan candaan atau dianggap sebagai settingan. Karena menjadi korban kekerasan itu menyakitkan, dan butuh keberanian pada korban untuk bersuara di tengah nilai-nilai yang masih membenarkan kekerasan terhadap istri. Kita harus mendukung LK untuk melewati masa-masa sulitnya, pulih dan tetap bisa terus berkarya," kata Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah Tardi, saat dihubungi, demikian dilansir detikNews, Jumat (30/9/2022).

Siti menyampaikan dukungannya untuk Lesti Kejora ambil tindakan hukum terkait tindakan Rizky Billar. Menurutnya, kekerasan fisik yang dilakukan Rizky Billar menunjukkan adanya ketimpangan kuasa dalam relasi perkawinan.


"Komnas Perempuan prihatin atas kekerasan yang menimpa LK dan mendukung LK untuk mengklaim keadilannya. Kekerasan fisik, dan psikis yang dilakukan oleh RB dalam kasus ini merupakan perwujudan ketimpangan hubungan kekuasaan dalam relasi perkawinan, yang menempatkan LK sebagai istri dalam posisi subordinasi di hadapan suami. Dimana hal tersebut bersumber dari diskriminasi terhadap peran perempuan," urainya.

Kemesraan di Depan Publik Tak Jamin Tak Adanya KDRT

Siti juga menekankan kemesraan yang ditampilkan di depan publik tidak menjamin tidak adanya KDRT. Dia lalu menjelaskan mengenai tahapan siklus kekerasan dalam rumah tangga yang dimulai dengan ketegangan emosi.

"Terkait dengan tampilan ke publik bahwa keduanya selalu tampil romantik di depan publik, yang harus dipahami dalam KDRT terdapat siklus kekerasan yaitu tahap ketegangan-kekerasan-minta maaf/bulan madu-kondisi membaik. Siklus ini terus berputar, kekerasan yang dialami korban akan meningkat kualitas maupun intensitasnya," ungkap Siti.

"Komunikasi yang buruk menyebabkan komunikasi yang terjadi bersifat saling menyakiti hati," lanjutnya.

Selanjutnya, kata Siti, jika ketegangan tidak berakhir dengan baik maka akan muncul potensi kekerasan fisik dilakukan. "Ia merasa bahwa dengan jalan ini maka ketegangan dapat berakhir, dan situasi akan kembali terkendali. Dengan cara kekerasan, ia juga sedang menunjukkan siapa yang lebih kuat dan berkuasa," ucapnya.

Simak penjelasan soal tahap penyesalan di halaman berikutnya...

Saksikan Video 'Update Terkini Kasus KDRT Rizky Billar Terhadap Lesti Kejora':

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "Beredar Video Lesti Kejora Berangkat Umrah Usai Alami KDRT"
[Gambas:Video 20detik]