Kantor Yosep Parera di Semarang Sudah Digeledah KPK

Kantor Yosep Parera di Semarang Sudah Digeledah KPK

Angling Adhitya Purbaya - detikJateng
Kamis, 29 Sep 2022 20:00 WIB
Suasana kantor pengacara Yosep Parera di Semarang, Rabu (28/9/2022).
Suasana kantor pengacara Yosep Parera di Semarang, Rabu (28/9/2022). Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikJateng
Semarang -

KPK menyatakan sudah merampungkan penggeledahan terkait kasus korupsi pengurusan perkara di Mahkamah Agung, Rabu (28/9) kemarin. Di Semarang, ternyata penggeledahan telah dilakukan pada Senin (26/9) lalu.

Salah satu tersangka dalam kasus itu ialah Yosep Parera, pengacara yang berkantor di kawasan Semarang Indah. Penggeledahan kantor Yosep oleh KPK ternyata berlangsung pada Senin (26/9) sekitar pukul 11.00 WIB.

Hal itu dibenarkan kuasa hukum Yosep, Luhut Sagala. Namun, penggeledahan saat itu belum didampingi kuasa hukum dari Semarang. Sehingga Luhut belum bisa menjelaskan apa saja yang dibawa KPK.


"Setahu saya penggeledahan Senin yang lalu. Mungkin koordinasinya dengan kuasa yang di Jakarta," kata Luhut kepada detikJateng, Kamis (29/9/2022).

Untuk diketahui, Yosep Parera dan pengacara lainnya, Eko Suparno menjadi tersangka dalam kasus korupsi pengurusan perkara di Mahkamah Agung yang menjerat Hakim Agung Sudrajad Dimyati.

Setidaknya ada 10 tersangka dalam kasus ini, baik dari internal maupun eksternal Mahkamah Agung.

Kepada kuasa hukumnya, Yosep sempat menitipkan surat berisi pernyataan. Dalam surat tersebut Yosep mengakui kesalahan dalam kasusnya. Berikut isi surat yang ditandatangani langsung oleh Yosep Parera:

Jakarta, 28 September 2022
1. Saya bersalah saya siap dihukum seberat-beratnya.
2. Saya tidak kenal Hakim Agung karena yang saya kenal Desy.
3. Bahwa pembelaan saya nanti di pengadilan bukan tentang saya, tetapi tentang masyarakat yang susah mendapatkan keadilan dalam penegakan hukum dan keadilan sosial.
4. Saat suara kecil di kota kecil tidak dapat membuka mata, telinga, dan hari kita untuk Indonesia lebih baik, maka mungkin saya di utus Tuhan untuk membukanya di ranah Nasional agar didengat Presiden untuk melakukan pembenahan.
5. KPK tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dan aparatur penegak hukum serta pemerintahan secara bersama dalam sebuah komitmen gentleman's agreement yang disepakati secara tertulis.
6. Menghukum orang dan saling mencaci di rumah Indonesia tidak akan membuat Indonesia menjadi lebih baik karena berdasarkan pengalaman saya, yang bersalah justru susah untuk tersentuh.
7. Tunggu pembelaan saya di pengadilan tentang substansi hukum, sistem birokrasi dan budaya masyarakat yang saling mempengaruhi buruknya penegakan hukum dan keadilan sosial di Indonesia agar Indonesia menjadi lebih baik.
8. Peristiwa ini bukan malapetaka bagi saya tetapi "berkat dari Tuhan" Untuk saya bisa bicara di kancah Nasional.
9. Terimakasih kepada KPK untuk ruang yang diberikan kepada saya, ruang ini akan saya gunakan bukan untuk membela diri saya karena saya memang bersalah, tetapi akan saya gunakan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat dalam penegakan hukum dan keadilan sosial.



Simak Video "Suasana Kantor Pengacara Yosep Parera saat Ditangkap KPK"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/sip)