Sidang Etik Brigjen Hendra Akan Dipimpin Wairwasum Irjen Tornagogo

Sidang Etik Brigjen Hendra Akan Dipimpin Wairwasum Irjen Tornagogo

Tim detikNews - detikJateng
Selasa, 27 Sep 2022 17:10 WIB
Ilustrasi Gedung Mabes Polri di Jakarta
Gedung Mabes Polri (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Solo -

Sidang kode etik Brigjen Hendra Kurniawan terkait ketidakprofesionalan dalam kasus pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J rencananya akan diselenggarakan dalam pekan ini. Wairwasum Polri Irjen Tornagogo Sihombing akan memimpin sidang etik terhadap mantan Karo Paminal Divpropam Polri itu.

Hal itu disampaikan Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri hari ini. "Perangkat sidangnya sudah, nanti pimpinan sidangnya Wairwasum, bintang dua," kata Irjen Dedi, dikutip dari detikNews, Selasa (27/9/2022).

"Ketika sudah ada kepastian (hari pelaksanaan sidang etik Brigjen Hendra) dari Kadiv Propam saya sampaikan," imbuh Dedi.


Seperti diketahui, Brigjen Hendra merupakan salah satu tersangka obstruction of justice kasus pembunuhan Brigadir J, ajudan eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Masih ada dua tersangka lain yang belum menjalani sidang etik, yaitu AKBP Arif Rahman Arifin dan AKP Irfan Widyanto.

Polri telah menjatuhkan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) kepada lima anggotanya. Untuk diketahui, kasus pembunuhan Brigadir Yosua didalangi Ferdy Sambo.

Dia diduga menyusun pembunuhan berencana terhadap Brigadir J dan merekayasa kasus tersebut hingga melibatkan oknum-oknum polisi.

Ferdy Sambo pun ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Selain Ferdy Sambo, empat orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka, yakni Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Bripka Ricky, Putri Candrawathi, dan Kuat Ma'ruf.

Kelima tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan juncto Pasal 55 juncto 56 KUHP. Mereka terancam hukuman mati.

Selain itu, kasus ini tak hanya terpaku pada kasus pembunuhan berencana, ada pula kasus obstruction of justice atau upaya menghalang-halangi proses hukum. Di kasus ini, Sambo pun telah ditetapkan sebagai tersangka.

Ferdy Sambo telah menjalani sidang etik dan dijatuhi sanksi etik dengan diberhentikan secara tidak hormat. Bandingnya pun telah ditolak.



Simak Video "MKD Akan Panggil Mahfud soal Dugaan Uang Sambo ke Anggota DPR"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/dil)