Peran Ipda Arsyad di Kasus Ferdy Sambo hingga Disanksi Demosi 3 Tahun

Nasional

Peran Ipda Arsyad di Kasus Ferdy Sambo hingga Disanksi Demosi 3 Tahun

Tim detikNews - detikJateng
Selasa, 27 Sep 2022 13:39 WIB
Arti Lie Detector yang Dipakai Periksa Tersangka Kasus Brigadir J
Ilustrasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/AndreyPopov
Solo -

Ipda Arsyad Daiva Gunawan, yang sebelumnya menjabat Kasubnit I Unit I Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, dikenakan sanksi demosi selama tiga tahun terkait penanganan kasus pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Berikut peran Ipda Arsyad dalam kasus tersebut.

Dilansir detikNews, Ipda Arsyad disebut sebagai orang pertama yang mendatangi tempat pembunuhan Brigadir J, yaitu rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Duren Tiga, Jakarta Selatan.

"Dia tidak profesional di TKP. Dia yang mendatangi TKP pertama kali itu," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi pada Sabtu (17/9) lalu, dikutip dari detikNews, Selasa (27/9/2022).


Namun, Dedi belum menjelaskan secara detail mengenai perbuatan tak profesional yang dilakukan Ipda Arsyad Daiva di rumah dinas Ferdy Sambo usai pembunuhan Brigadir J.

Diberitakan sebelumnya, sidang kode etik Ipda Arsyad sebelumnya sempat ditunda lantaran salah satu saksi kunci, yakni AKBP Arif Rahman Arifin, disebut sedang sakit.

Tapi dalam sidang lanjutan yang diselenggarakan Senin (26/9) kemarin, AKBP Arif sempat hadir sebagai saksi sidang meski tidak mengikuti sidang hingga rampung.

"Jadi untuk sidang hari ini tetap berlanjut dan sampai sekarang belum selesai. Kemudian saksi-saksi yang hadir pada hari ini yaitu AKBP AR, yang tidak bisa melanjutkan sampai dengan selesai," kata Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Nurul Azizah, Senin (26/9).

Sidang pada Senin (26/9) malam itu selesai pukul 21.00 WIB. Ada 6 saksi yang dihadirkan, yaitu AKBP AR (Arif Rahman), AKBP RS (Ridwan Soplanit), Kompol AS, Kompol IR, AKP RS, dan Briptu RRM.

"Adapun sanksi administratif berupa mutasi bersifat demosi selama tiga tahun semenjak dimutasikan ke Yanma Polri. Atas putusan tersebut pelanggar menyatakan tidak banding," kata Nurul soal putusan sidang KKEP Ipda Arsyad Daiva, dikutip dari detikNews.

Untuk diketahui, Komisi Kode Etik Polri (KKEP) terus menggelar sidang etik untuk para polisi terkait kasus pembunuhan Brigadir Yoshua atau Brigadir J yang diotaki eks Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

Sebelumnya, sudah ada 13 polisi yang menjalani sidang etik dan dijatuhi sanksi. Mereka dijatuhi sanksi berupa penempatan di tempat khusus (patsus) hingga pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).

Di antara mereka ada yang menyatakan menerima sanksi yang dijatuhkan dan ada juga yang menyatakan banding. Sebanyak 14 polisi itu terdiri atas 4 orang tersangka kasus obstruction of justice dan 10 orang diduga melanggar kode etik.

Dengan disanksinya Ipda Arsyad, berarti sudah ada 15 polisi yang menjalani sidang etik. Masih ada 20 polisi lain yang akan disidang etik oleh KKEP.



Simak Video "Detik-detik Penangkapan Pengusaha Semarang yang Ngaku Diperas Jaksa"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/rih)