Dalih Pelaku soal Pemicu Cekcok Berujung Bunuh Istri di Pemalang

Dalih Pelaku soal Pemicu Cekcok Berujung Bunuh Istri di Pemalang

Robby Bernardi - detikJateng
Kamis, 22 Sep 2022 19:49 WIB
Pelaku pembunuhan istri dihadirkan di Mapolres Pemalang, Kamis (22/9/2022).
Pelaku pembunuhan istri dihadirkan dalam pers rilis di Mapolres Pemalang, Kamis (22/9/2022). Foto: Robby Bernardi/detikJateng
Pemalang -

Sarofudin (23), suami sadis pembunuh istrinya di Pemalang, Dwi Aprilianingsih (22), berdalih kesal terhadap korban hingga akhirnya cekcok dan berujung pembunuhan. Hal tersebut diungkapkan pelaku saat dihadirkan dalam pers rilis di Mapolres Pemalang, Kamis (22/9/2022).

"Iya dia (korban), sering live streaming. Sering, sehari empat jam," kata pelaku, saat ditanya tentang kegiatan korban yang diprotesnya karena kerap main HP.

Pelaku mengakui istrinya mendapatkan uang dari live streaming tersebut. Namun berapa jumlah uang yang didapat, ia tidak mengetahuinya karena memang melarang korban melakukan live streaming berjam-jam tersebut.


"Ya dapat uang, tidak tahu berapanya," ujarnya.

Selain melarang bermain ponsel, pelaku juga berdalih kesal akibat korban selalu berani dan menantang saat ditegur. Pelaku yang setiap harinya bekerja sebagai tukang cuci motor dan mobil di Randudongkal kini menyesal telah membunuh istrinya tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Sarofudin nekat menghabisi nyawa istrinya yakni Dwi Aprilianingsi (22) di kamar rumahnya, Desa Tanahbaya, Kecamatan Randudongkal, Pemalang, Jawa Tengah. Aksi sadis tersangka dipicu korban meminta diantar pulang karena akan melakukan live streaming di rumah orang tuanya.

Tersangka merasa kesal akibat korban kerap bermain ponsel live streaming. Bahkan korban disebut melakukan live streaming setiap hari selama empat jam.
Sebelum tragedi berdarah itu, keduanya juga sempat terlibat cekcok yang kemudian berujung pembunuhan.

Cekcok antara keduanya juga sempat diketahui oleh para tetangga. Dan waktu itu tetangga berniat untuk mencari tahu mengenai keributan tersebut. Tetapi, tiba-tiba suara keributan lenyap dan rumah sudah dalam kondisi terkunci dari dalam.

Warga pun khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kemudian melapor kepada pemerintah desa dan diteruskan kepada pihak kepolisian. Dari laporan tersebut petugas datang ke lokasi dan didapati korban sudah dalam kondisi tewas bersimbah darah.

Kini pelaku yang telah ditangkap polisi dijerat dengan pasal berlapis yakni UU KDRT dan KUHP.

"Tersangka, kita kenakan Pasal 44 ayat 3 UU RI 23 Tahun 2004 (tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga) dan Pasal 338 KUHP, ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara atau Pasal 338 KUHP ancaman hukuman 15 tahun penjara," kata Kapolres Pemalang AKBP Ari Wibowo saat menggelar pers rilis di Mapolres Pemalang, Kamis (22/9).

(rih/ahr)