Kopda Muslimin Tewas Minum Sianida, Ini Pernyataan Lengkap Kodam Diponegoro

Kopda Muslimin Tewas Minum Sianida, Ini Pernyataan Lengkap Kodam Diponegoro

Angling Adhitya Purbaya - detikJateng
Kamis, 01 Sep 2022 16:36 WIB
Jenazah Kopda Muslimin dibawa dari RS Bhayangkara Semarang menuju Kendal untuk dimakamkan, Kamis (28/7/2022) sore.
Jenazah Kopda Muslimin dibawa dari RS Bhayangkara Semarang menuju Kendal untuk dimakamkan, Kamis (28/7/2022) sore. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikJateng)
Semarang -

Kodam IV/Diponegoro membeberkan jenis racun yang ditenggak Kopda Muslimin ketika ditemukan tewas di Kendal. Disebutkan pula Muslimin, otak penembakan istrinya sendiri itu bunuh diri karena sesuai dengan keterangan saksi.

Informasi itu diungkapkan Kapendam IV/Diponegoro Letkol Inf Bambang Hermanto dalam siaran pers kepada wartawan. Dalam keterangan tersebut di awalnya dijelaskan soal istri Muslimin, RW yang akhirnya bisa pulang setelah dirawat di rumah sakit akibat luka tembak.

Kemudian Bambang menjelaskan dalam sebuah kutipan terkait hasil visum et repertum dari Muslimin. Disebutkan Muslimin mati lemas atau keracunan zat toksik berupa sianida. Bambang juga menyebut tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuhnya.


"Dari hasil pemeriksaan toksikologi ditemukan antara lain baik dari sampel urine, otak kecil, batang otak, ginjal kiri, jantung, dan paru kiri positif mengandung racun sianida. Sedangkan sampel darah, otak besar, lambung, hati, ginjal kanan juga positif mengandung sianida," kata Bambang dalam siaran pers yang diterima detikJateng, Kamis (1/9/2022).

Dalam siaran pers itu juga terdapat paragraf yang menjelaskan soal keterangan saksi memperkuat indikasi Muslimin bunuh diri yaitu permintaan maaf kepada orangtua, kemudian ada ketakutan terhadap perbuatan yang dilakukan dengan menulis wasiat untuk istri dan anak berupa enam lembar kertas.

"Sehingga diduga kuat Kopda M meninggal dunia karena bunuh diri dengan mengkonsumsi racun," tegasnya.

Untuk diketahui, Muslimin sempat buron dan ditemukan tewas di rumah orang tuanya di Kabupaten Kendal pada Kamis (28/7) lalu. Jenazah langsung dilakukan autopsi di RS Bhayangkara Semarang dan diketahui Muslimin keracunan. Namun butuh waktu untuk memastikan jenis racun yang dikonsumsi. Kini sudah diketahui jenis racunnya, namun belum ada keterangan terkait dari mana sianida tersebut dan bagaimana Muslimin mengkonsumsinya.

Sementara itu, komplotan Muslimin yang berjumlah empat orang masih dilakukan proses hukum. Mereka dibayar untuk menembak RW di depan rumahnya, Jalan Cemara 3 Semarang pada 18 Juli 2022 lalu.



Simak Video "Viral Kopda M Menangis di Telepon, Minta Anak-anaknya Dijaga"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/apl)