Komnas Perempuan: Istri Sambo Tetap Perlu Diperiksa Terkait Dugaan Pelecehan

Tim detikNews - detikJateng
Kamis, 18 Agu 2022 11:36 WIB
Pelecehan Seksual
Ilustrasi (Foto: iStock)
Solo -

Komnas Perempuan menyatakan tetap akan mendalami kasus dugaan pelecehan yang sempat dilaporkan oleh istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Hanya saja penanganannya menunggu kondisi Putri membaik.

"Kami berpendapat bahwa dugaan peristiwa kekerasan seksual terhadap Ibu Putri masih perlu diperdalam, termasuk informasi kemungkinan peristiwa di Magelang," kata komisioner Komnas Perempuan Theresia Iswarini dalam keterangannya dikutip dari detikNews, Kamis (18/8/2022).

Saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan Komnas HAM dan psikolog untuk memantau kondisi Putri. Pihaknya memilih menunggu kondisi Putri dinyatakan membaik.


"Proses pemeriksaan ini perlu dilakukan dengan memperhatikan kondisi kesehatan yang bersangkutan dan merujuk pada UU TPKS," katanya.

Hal itu dibutuhkan agar bisa memperoleh informasi yang dibutuhkan dan pada saat yang bersamaan tidak mencederai pihak terperiksa. Hingga kini pihaknya masih menyebut Putri sebagai terduga korban kekerasan seksual.

Polisi Hentikan Penanganan Laporan Istri Sambo

Seperti diketahui, Irjen Ferdy Sambo sempat merekayasa kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J seolah-olah ada pelecehan seksual yang dilakukan Yoshua terhadap istrinya di rumah dinas Duren Tiga berujung aksi saling tembak sesama ajudan.

Belakangan, Sambo mengatakan bahwa peristiwa yang disebutnya melukai harkat dan martabat keluarga itu terjadi di Magelang.

Polisi saat ini juga telah menghentikan penanganan terhadap dugaan pelecehan yang dilaporkan oleh Putri Candrawathi beberapa saat setelah pembunuhan tersebut.

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian menjelaskan, pihaknya melakukan gelar perkara dua laporan, yakni dugaan percobaan pembunuhan yang dilaporkan Briptu Martin Gabe dengan korban Bharada Richard Eliezer atau E dan terlapornya Brigadir Yoshua. Gelar perkara itu juga membahas dugaan kekerasan seksual dengan korban Putri Candrawathi.

"Berdasarkan hasil gelar perkara tadi sore, dua perkara ini kita hentikan penyidikannya karena tidak ditemukan peristiwa pidana," kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jumat (12/8/2022).

Rian mengatakan kedua dugaan tindak pidana itu dilaporkan terjadi di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7), pukul 17.00 WIB. Dia mengatakan penyidikan dua kasus itu disetop karena tidak ditemukan dugaan tindak pidana.

"Bukan merupakan peristiwa pidana, sebagaimana rekan-rekan ketahui, saat ini Bareskrim menangani laporan polisi terkait pembunuhan berencana dengan korban Brigadir Yoshua," tuturnya.



Simak Video "Putri Candrawathi Siap Dikonfrontasi dengan Bharada E-Kuat Ma'ruf"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/mbr)