Nasional

Ferdy Sambo Dilaporkan ke KPK: Kasus Percobaan Suap

Tim detikJateng - detikJateng
Selasa, 16 Agu 2022 10:28 WIB
Kepanjangan KPK hingga Tugas-tugas Lembaga Antikorupsi Itu
Gedung KPK. Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Solo -

Sejumlah pengacara yang menamakan diri Tim Advokat Penegakan Hukum dan Keadilan (Tampak) melaporkan Irjen Ferdy Sambo ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka menduga Ferdy Sambo telah melakukan percobaan suap.

Laporan tersebut berdasarkan pengakuan sejumlah pihak dalam pusaran kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Terdapat tiga hal yang mendasari para pengacara itu melapor ke KPK.

"Staf LPSK yang berada di ruang tunggu kantor Kadiv Propam Polri itu ditemui seseorang yang berseragam hitam dengan garis abu-abu, menyampaikan dua amplop cokelat dengan ketebalan masing-masing 1 cm. Seseorang yang berseragam itu mengatakan, 'menyampaikan titipan atau pesanan Bapak (Irjen Ferdy Sambo)'," kata Roberth Keytimudi selaku Koordinator Tampak dikutip dari detikNews, Selasa (16/8/2022).


Menurut Roberth, percobaan suap itu terjadi saat LPSK mendatangi kantor Kadiv Propam Mabes Polri pada 13 Juli lalu.

Selanjutnya, Ferdy Sambo juga diduga telah menjanjikan sejumlah orang kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pembunuhan Brigadir J. Nilai janji hadiah itu cukup besar.

"Irjen Pol Ferdy Sambo menjanjikan hadiah uang Rp 2 miliar kepada Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Bripka Ricky Rizal (RR), serta Kuat Ma'ruf," jelasnya.

Adapun dasar ketiga pelaporan tersebut adalah informasi mengenai pengakuan petugas keamanan di kediaman rumah Sambo yang mengaku dibayar sejumlah uang agar menutup portal menuju kompleks rumah Irjen Ferdy Sambo.

Roberth berharap KPK bakal mengusut tiga dugaan percobaan suap yang terjadi dalam penanganan perkara Brigadir J. Dalam laporan itu, Roberth mengaku telah membawa sejumlah bukti. Di antaranya kumpulan pemberitaan dari media online.

KPK membenarkan adanya laporan dugaan suap eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Dugaan suap itu berkaitan dengan penanganan perkara kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

"Benar KPK telah terima laporan tersebut pada bagian pengaduan dan pelaporan masyarakat KPK," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri.

"Kami memastikan akan tindak lanjuti setiap laporan dari masyarakat dengan melakukan langkah-langkah analisis lebih lanjut berupa verifikasi mendalam dari data yang kami terima," terangnya.



Simak Video "Penanganan yang Akan Dilakukan Kak Seto untuk Anak-Anak Sambo"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/mbr)