Nasional

DPR Sentil Offside Mahfud Md di Kasus Brigadir J: Dia Menko Apa Komentator?

Tim detikNews - detikJateng
Kamis, 11 Agu 2022 09:45 WIB
Bambang Wuryanto, bambang pacul
Foto: Bambang Wuryanto. (Rolando/detikcom).
Solo -

Ketua Komisi III DPR, Bambang Wuryanto, menanggapi pernyataan Menko Polhukam Mahfud Md yang menganggap DPR diam dalam kasus kematian Brigadir Yoshua atau Brigadir J. Bambang justru menyebut banyaknya pernyataan Mahfud kepada publik dalam kasus tersebut sebagai tindakan 'offside' dan layak dipertanyakan posisinya.

"Kalau Menko Polhukam ngomong bahwa itu DPR kok tidak ribut justru karena DPR sadar posisi. Kita malah justru bertanya apakah Menko Polhukam itu punya posisinya memang tukang komentar?" sergah Bambang kepada wartawan seperti dilansir detikNews, di kompleks gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/8).

Lelaki yang akrab disapa Bambang Pacul tersebut justru mempertanyakan alasan Mahfud terlalu sering memberikan komentar publik dalam kasus Brigadir Yoshua saat kasusnya masih dalam penanganan pihak kepolisian. Pacul mengungkit saat Mahfud mengungkap tersangka ketiga yakni inisial K, ketika penyidik kepolisian justru belum mengumumkannya.


"Tersangka belum diumumkan dia sudah mengumumkan dulu. Apakah yang begitu itu jadi tugas Menko Polhukam. Saya bertanya sebagai Ketua Komisi III DPR, apakah itu masuk di dalam tupoksi Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan? Koordinator, lho, bukan komentator. Menteri koordinator bukan menteri komentator," kata Bambang Pacul.

Tanggapan serupa juga disampaikan anggota Komisi III DPR Fraksi PPP Arsul Sani. Arsul menyebut kasus yang melibatkan sejumlah personel Polri ini merupakan kasus yang sensitif. Pihaknya terus berkomunikasi secara informal setiap waktu dengan pimpinan Polri. "Kenapa kok secara informal, karena pada saat ini lagi reses," kata Waketum PPP tersebut.

Arsul mengatakan DPR menghindari mengambil langkah offside. "Kami di DPR menghindari memang untuk offside ya. Buat offside itu saya, misalnya, yang berwenang mengumumkan tersangka itu kan Bareskrim Polri, jangan juga ada pejabat lain yang menyampaikan ada tersangka ketiga," lanjutnya.

Sebelumnya, dalam wawancara bersama Kompas TV, Mahfud Md menyinggung DPR yang disebutnya diam saja terkait kasus penembakan Brigadir Yoshua tersebut.

"Misalkan saya katakan, psikopolitisnya, semua masyarakat heran, kenapa sih ini DPR kok diam? Ini kan kasus besar. Biasanya kan ada apa... paling ramai manggil-manggil. Ini nggak ada, tuh," kata Mahfud.



Simak Video "Pernah Disindir 'Kemajon', Kini Ganjar Raih Tangan Bambang Pacul"
[Gambas:Video 20detik]
(mbr/sip)