Polisi Sebut Pembacokan Taruna AMNI Semarang Bermotif Tawuran Salah Sasaran

Afzal Nur Iman - detikJateng
Rabu, 10 Agu 2022 14:02 WIB
Konferensi pers pembacokan taruna AMNI Semarang, Mapolda Jateng, Semarang, Rabu (10/8/2022).
Konferensi pers pembacokan taruna AMNI Semarang, Mapolda Jateng, Semarang, Rabu (10/8/2022). (Foto: Afzal Nur Iman/detikJateng).
Semarang -

Polisi mengungkap motif pembacokan yang menimpa tiga taruna AMNI Semarang. Bukan tanpa alasan, pelaku pembacokan ternyata telah berjanjian untuk tawuran.

"Dari kedua peristiwa ini didahului oleh tantang-tantangan antara kelompok Armi dan BK kemudian mereka salah sasaran artinya menyasar orang yang tidak tahu apa-apa," kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (31/7) pukul 02.00 WIB. Ada dua kelompok yang terlibat dalam kasus ini yaitu Armi dan BK.


Keduanya sempat saling tantang di media sosial dan janjian untuk bertemu. Namun, justru orang yang tak bersalah yang jadi korban mereka.

"Peristiwa ini dimulai tantang-tantangan antara kelompol Armi dan BK kemudian didahului minum-minum alkohol, sehingga atas petunjuk Wakapolda kami jajaran Polrestabes Semarang telah melakukan upaya-upaya membersihkan penjualan miras di wilayah hukum Kota Semarang," jelas Irwan.

Penganiayaan taruna AMNI terjadi di Jalan Dr Cipto, sedangkan penganiayaan lainnya terjadi di Jalan Suratmo. Total, ada enam orang korban dari peristiwa ini.

"Kelompok BK ini jumlahnya kurang lebih 11 motor yang melakukan penganiayaan terhadap taruna AMNI. Kemudian kelompok Armi itu melakukan penganiayaan terhadap anak di bawah umur yang akan kembali ke rumahnya dari bermain online," katanya.

Kini, ada total delapan orang tersangka yang turut dihadirkan. Di mana lima dari kelompok BK yaitu DC (17), AWW (16), MAD (19), ASN (22), dan RWB (21) dan tiga dari kelompok Armi yaitu AD (18), KVB (18), dan FGR (16).

"Kalau yang di Jalan Cipto itu kelompoknya ada sebanyak 11 motor atau kurang lebih 22 orang. Kemudian yang sudah dihadirkan di sini ada lima, kemudian tujuh sudah dilakukan penangkapan oleh tim dan sisanya akan tetap dilakukan pengejaran," ujar Irwan.

Sementara itu, tersangka berinisial RWS mengaku tidak mengenal para tersangka dari kelompok Armi. Mereka pertama kali bertemu di Sampangan dan sama-sama membawa senjata tajam. Di sana sempat terjadi kejar-kejaran antar kedua kelompok.

"Itu saya enggak kenal sama yang itu kok (kelompok Armi), ketemunya di jalan, sama-sama bawa alat itu kok," katanya.

"Ketemunya di Pom Bensin Sampangan dekat terowongan dia mau arah UNNES, saya kan dari ke arah UNNES mau ke Sampangan, yang ini mau belok kanan terus nggak jadi terus dikejar sama teman-teman saya," sambungnya.



Simak Video "Tampang Pelaku Penyekapan-Pemerkosaan ABG SMP di Pati"
[Gambas:Video 20detik]
(apl/aku)