Jenguk ABG Pati Korban Penyekapan-Pemerkosaan, Risma Ungkap Kondisi Terkini

Dian Utoro Aji - detikJateng
Minggu, 07 Agu 2022 19:13 WIB
Menteri Sosial Tri Rismaharini menjenguk remaja perempuan diduga korban penyekapan dan pemerkosaan, di RSUD RAA Soewondo Pati, Minggu (7/8/2022).
Menteri Sosial Tri Rismaharini menjenguk remaja perempuan diduga korban penyekapan dan pemerkosaan, di RSUD RAA Soewondo Pati, Minggu (7/8/2022). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng
Pati -

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menjenguk remaja perempuan yang diduga menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Risma mengungkap kondisi terkini ABG yang sempat hilang selama empat bulan itu.

Pantauan detikJateng, Mensos Risma datang bersama rombongan di tempat remaja itu dirawat di RSUD RAA Soewondo Pati sekira pukul 17.30 WIB. Kedatangannya didampingi Kapolres Pati AKBP Christian Tobing dan Direktur RSUD RAA Soewondo Pati, Edi Siswanto.

Risma terlihat masuk di kamar tempat remaja tersebut dirawat. Sekitar 30 menit kemudian Risma keluar dari kamar rawat inap.


"Kondisi lebih bagus, lebih sehat, lebih kuat, dibandingkan diawal kondisi psikis. Menurut dokter saat masuk ya dia tidak bisa mengenal, siapa-siapa. Namun hari kedua sudah bisa mengenalnya," terang Risma mengungkap kondisi terkini korban, kepada wartawan di RSUD Pati, Minggu (7/8/2022).

Risma mengatakan sengaja datang untuk menjenguk korban. Dia pun memberikan perhatian khusus kepada korban dan kasus tersebut. Apalagi korban masih kategori anak-anak.

"Saya setiap hari ada media scanning, jadi kemarin dari Bangkalan, jadi kalau saya perlu saya akan datang. Saya ke sini komunikasi Pak Kapolres ini mantan kapolsek di Surabaya, jadi beliau menyampaikan sudah diketahui persis pelakunya," jelas dia.

"Saya ingin memastikan itu, karena ini adalah perlindungan kepada anak-anak. Jangan sampai ini terulang lagi di tempat lain, atau siapa pun jangan sampai terulang lagi," sambung Risma.

Risma pun berharap agar kasus seperti itu tidak terulang lagi.

"Ada kasus sengaja masuk supaya berharap ini tidak ada terulang lagi terutama anak-anak kita banyak bisa belajar supaya tidak terjadi kepada dirinya, jadi tidak mudah digoda, tidak mudah dirayu karena mereka harus masih memikirkan masa depannya," terang Risma.

Risma mengingatkan kepada anak-anak agar tidak mudah terpancing orang di media sosial. Menurutnya orang dekat anak-anak adalah seorang ibu bukan media sosial. Maka anak-anak harus percaya dengan seorang ibu.

"Saya ingin menyampaikan orang terdekat itu adalah ibumu, bukan media sosial. Jadi seolah-olah dengan media sosial dekat dengan seorang, dia seolah mengerti, dia baik. Padahal itu hanya sebuah jebakan atau bahkan sebuah rayuan yang untuk menarik mereka," kata Risma.

"Maka saya berpesan kepada anak-anak semua jiwa diri kalian adalah milik kalian, kalau belum waktunya maka kalian tidak boleh disentuh oleh siapa pun. Karena itu berharap percaya sama ibu kalian. Dia adalah orang tua kalian, mau tidak mau percaya sama orang tua," pungkas dia.

Diberitakan sebelumnya, seorang remaja perempuan diduga menjadi korban pemerkosaan dan penyekapan di Pati. Korban sempat hilang hingga empat bulan dan ditemukan di rumah kosong yang berada di Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti, Pati, pada Minggu (31/7) lalu.



Simak Video "Ayah Korban Tragedi Kanjuruhan Pingsan saat Dipeluk Menko PMK"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/rih)