Polisi Gerebek Kontrakan Tempat Produksi Obat Kuat Ilegal di Kudus

Dian Utoro Aji - detikJateng
Minggu, 17 Jul 2022 12:17 WIB
Police line tape. Crime scene investigation. Forensic science.
Ilustrasi (Foto: Getty Images/D-Keine)
Kudus -

Polisi menggerebek rumah kontrakan yang dipakai untuk produksi obat kuat tanpa izin di Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Diamankan ribuan butir obat tanpa izin edar.

"Mengungkap adanya tempat produksi sediaan farmasi yang tidak berizin edar di rumah kontrak Kecamatan Undaan. Pelaku diamankan AS (28) warga Kabupaten Demak," kata Kasat Narkoba Polres Kudus AKP Yosua Farin Setiawan dalam keterangan tertulis diterima detikJateng, Minggu (17/7/2022).

Yosua menjelaskan polisi mengamankan ribuan butir obat dan ribuan botol gel berbagai merek. Selain itu beberapa alat produksi untuk membuat obat kuat juga turut diamankan.


"Tim mengamankan total barang obat-obatan tanpa izin edar berupa 39.650 butir kapsul berisi serbuk warna cokelat, 6.061 botol gel berbagai merek, 2 kilogram serbuk putih dan 5 liter cairan," terang dia.

"Selain itu ada alat-alat untuk memproduksi obat-obatan," sambung dia.

Yosua menerangkan kasus ini terungkap berawal dari adanya informasi warga. Warga curiga terhadap aktivitas kontrakan yang ditempati pelaku. Polisi pun mengecek ke lokasi tersebut.

"Kemudian tim melakukan observasi dan pengembangan di sekitar lokasi. Pada Jumat (15/7) sekira pukul 16.00 WIB tim tiba di rumah kontrakan di Desa Undaan Lor," jelasnya.

Petugas lalu melakukan penggerebekan terhadap kontrakan itu. Alhasil ditemukan barang obat kuat yang tanpa edar. Diketahui pemilik usaha itu adalah AS. Sedangkan dua karyawan yang sedang membungkus beberapa botol ke dalam kardus diperiksa polisi sebagai saksi.

"Petugas mengecek botol-botol tersebut ternyata obat kuat merek titan yang tidak memiliki izin edar BPOM," ucap dia.

Lebih lanjut, polisi masih mendalami kasus tersebut. Tersangka terancam Pasal 197 dan atau Pasal 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, yaitu produksi sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar dan atau tidak memiliki standar dan atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan dan mutu.

"Ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun," pungkas Yosua.



Simak Video "Duh! Sudah Bertahun-tahun SD di Kudus Rusak, Belum Diperbaiki"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/rih)