Nasional

Holywings Minta Maaf Lagi soal Promo 'Minuman untuk Muhammad'

Tim detikNews - detikJateng
Minggu, 26 Jun 2022 20:32 WIB
Kantor Holywings BSD Digaris Polisi.
Kantor Holywings BSD dipasangi garis polisi. (Foto: dok Istimewa)
Solo -

Holywings kembali meminta maaf terkait kasus promo minuman keras (miras) bagi pemilik nama Muhammad dan Maria. Permintaan maaf itu disampaikan melalui akun resmi medsosnya.

Dikutip dari detikNews, Minggu (26/6/2022), di awal pernyataan yang diposting di akun resmi Instagram miliknya, Holywings meminta dukungan dari masyarakat Indonesia agar permasalahan yang terjadi terkait promo miras bisa segera diselesaikan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

"Demi keberlangsungan lebih dari 3.000 karyawan di Holywings Indonesia beserta dengan keluarga mereka yang bergantung pada perusahaan ini," kata Holywings.


Holywings mengatakan enam oknum yang bertanggungjawab terkait promosi miras itu telah ditahan polisi. Mereka, lanjutnya, sedang menjalankan proses hukum yang ditangani kepolisian.

"Kami pastikan akan tetap memantau perkembangan kasus ini, menindak tegas dan tidak akan pernah lepas tangan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Holywings juga menyampaikan terima kasih untuk dukungan yang diberikan kepada mereka sebelumnya.

"Tentunya kami dari management Holywings Indonesia telah membaca satu per satu segala bentuk kritik, saran & pendapat masyarakat terkait kelalaian kami. Kami berjanji akan menjadi lebih baik," kata Holywings.

Enam tersangka dalam kasus ini sebagai berikut:

  1. Pria berinisial EJD (27) selaku creative director Holywings
  2. Perempuan berinisial NDP (36), selaku head team promotion
  3. Pria berinisial DAD (27), pembuat desain virtual
  4. Perempuan berinisial EA (22), tim admin media sosial
  5. Perempuan berinisial AAB (25), selaku socmed officer
  6. Perempuan berinisial AAM (25) selaku admin tim promo

Keenam tersangka dijerat Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 dan/atau Pasal 156 dan/atau pasal 156A KUHP dan/atau Pasal 28 ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016, yaitu perubahan atas UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tentang Penistaan Agama dan Ujaran Kebencian Bernuansa SARA.

Bahkan belakangan polisi memasang garis polisi di kantor pusat Holywings di BSD, Tangerang Selatan. Polisi tengah melakukan penyidikan dan mengumpulkan alat bukti.

"Kita kemarin sudah lakukan police line di kantor pusat HW (Holywings) di BSD," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit kepada detikcom, hari ini.



Simak Video "Penjelasan Satpol PP DKI soal Penyegelan 12 Outlet Holywings"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/sip)