Snapshots: Penampakan Sekolah Khilafatul Muslimin di Wonogiri

Muhammad Aris Munandar - detikJateng
Kamis, 16 Jun 2022 20:05 WIB
Wonogiri -

Polisi menangkap tujuh anggota Khilafatul Muslimin di Wonogiri karena menggelar kegiatan belajar-mengajar tanpa izin. Kegiatan belajar-mengajar itu dilakukan di rumah warga sejak 2021 lalu.

Usai ketujuh anggota Khilafatul Muslimin ditangkap bangunan sekolah yang juga rumah itu kosong. Pantauan detikJateng, Kamis (16/6/2022), bangunan sekolah itu kini dipasangi garis polisi.

Sekolah milik Khilafatul Muslimin di Wonogiri itu berada di Dusun Jateng RT 001/RW 009 Desa Wonokerto Kecamatan Wonogiri Kota. Sekolah Khilafatul Muslimin di Jaten itu memiliki dua bangunan inti yang berjajar di depan dan belakang.


Pada bangunan di bagian depan sebagian sudah ditembok, dan sebagian lagi terbuat dari kayu. Sementara bangunan belakang sekolah itu sudah berupa bangunan permanen dan beratap asbes.

Di antara dua bangunan itu, terdapat sejumlah kamar mandi, dan sumur. Di belakang rumah, tepatnya di samping kamar mandi terdapat area jemuran.

Di bangunan belakang tampak ada sejumlah kasur yang bergantungan di teras. Selain itu masih ada beberapa sepatu di rak serta peralatan lainnya.

Kompleks sekolah itu juga dilengkapi gazebo dan tempat parkir di bagian halaman. Di area belakang, ada sejumlah tanaman yang ditanam, seperti kacang tanah. Terdapat bekas lahan tanaman cabai yang gagal tumbuh.

Saat ini jalan masuk ke rumah itu terlihat dipalang dengan bambu. Ada spanduk besar bertuliskan, 'Kami warga Jaten menolak Khilafatul Muslimin'. Spanduk ini juga ditemukan di sejumlah lokasi di area Dusun Jaten.

Saat dimintai konfirmasi, Kepala Dusun Jaten, Priyatno, mengatakan luas lahan yang digunakan untuk sekolah Khilafatul Muslimin di Jaten sekitar 2.000 meter persegi. Bangunan depan untuk kantor dan para ustazah, sedangkan bangunan belakang untuk ustaz dan murid laki-laki.

"Ini yang depan itu untuk kantor (sekolah) dan ustazah. Nah yang belakang untuk tempat ustaz dan murid. Jadi dipisah antara laki-laki dan perempuan," kata Priyanto, hari ini.

Sebelumnya polisi menyebut ketujuh orang yang ditangkap berstatus guru atau pengasuh di sekolah tersebut. Anak yang belajar di sekolah Khilafatul Muslimin itu berusia antara 5-7 tahun.

"Jumlah anak yang kami tangani ada lima orang. Lainnya dikembalikan ke orang tua. Anak-anak ini sudah dijemput kedua orang tua mereka dengan didampingi Dinas Sosial dan instansi terkait," kata Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto, saat konferensi pers di Mapolres Wonogiri, hari ini.

Simak foto-foto sekolah Khilafatul Muslimin di atas ya!

(ams/rih)