Terpopuler Sepekan

Akhir Petualangan Bripda D, Polisi Otak Komplotan Pemeras di Solo Raya

Tim detikJateng - detikJateng
Sabtu, 23 Apr 2022 18:28 WIB
Bripda D, polisi Wonogiri yang ditembak tim Polresta Solo lantaran memeras.
Bripda D, polisi Wonogiri yang ditembak tim Polresta Solo lantaran memeras. Foto: Istimewa Polisi
Solo -

Usai sudah petualangan Bripda D alias PPS (26), otak komplotan pemeras pasangan yang diduga selingkuh di hotel kelas melati. Setelah belasan kali melakukan pemerasan bersama tiga warga sipil, anggota Polsek Slogohimo Polres Wonogiri itu akhirnya roboh oleh timah panas dari tim Resmob Polresta Solo, Selasa (19/4/2022) lalu.

Kasus pemerasan itu terungkap setelah korbannya, WP (66), warga Laweyan, Kota Solo, melapor ke Polresta Solo. Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy menjelaskan kronologi kasus Bripda D dalam keterangan pers di Mapolda Jateng, Kamis (21/4).

"Korban didatangi 4 orang tak dikenal yang mengaku sebagai anggota Polri dengan menunjukkan lencana kewenangan Polri pada Minggu (17/4)," kata Iqbal. Kemudian korban dibawa masuk ke mobil. Di dalam mobil, korban dituduh berbuat zina dengan menunjukkan foto korban keluar dari hotel bersama wanita.


"Jadi modusnya mengintai orang yang check-in di hotel dan mendokumentasikan sasarannya, difoto saat bersama wanita ketika meninggalkan hotel," imbuh Iqbal.

Berbekal foto tersebut, Iqbal menerangkan, komplotan itu kemudian memeras korbannya. "Jika tidak menyerahkan sejumlah uang yang diminta, (korban) akan dilaporkan ke pihak berwajib," ujar dia. Uang yang diminta saat itu sebesar Rp 14.350.000.

Pada Selasa (19/4) sore, Tim Resmob Satreskrim Polresta Surakarta menangkap komplotan pemeras itu di komplek pemakaman Pracimaloyo, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo. Komplotan itu sempat melawan dengan menabrakkan mobilnya beberapa kali ke motor dan mobil polisi yang menyergapnya.

Tembakan peringatan dua kali pun tak digubris. Mobil komplotan itu justru menabraki motor warga. "Petugas terpaksa kembali menembak ke arah ban mobil yang dikemudikan tersangka sebanyak 2 kali," ungkap Iqbal. Namun, mereka dapat lolos. Tapi polisi dapat menangkap orang berinisial SNY yang berperan mengamati situasi di sekitar TKP.

Malamnya, Polres Boyolali mendapat laporan ada pasien dengan luka tembak di perut namun tidak mau menunjukkan identitasnya saat dirawat di RS AI Hidayah Boyolali. Saat diinterogasi polisi, pasien itu mengaku sebagai Bripda D. Setelah dirujuk ke RS Moewardi Solo, Bripda D diamankan Tim Resmob Polresta Surakarta.

Menurut Iqbal, Bripda D sebelumnya sudah tiga kali menjalani sidang disiplin. "Anggota ini memang bermasalah, ya. Sebelumnya sudah dilakukan tiga kali sidang disiplin dengan kasus berbeda," kata Iqbal.

Tiga kasus itu yakni membubarkan latihan kelompok silat dengan senjata api, menganiaya pacarnya, dan berfoto dengan tahanan residivis yang kemudian memicu bentrok perguruan bela diri.

Kapolresta Solo Kombes Ade Safri Simanjuntak menambahkan, komplotan Bripda D sudah melakukan 15 kali pemerasan di beberapa daerah. "Dari hasil penyidikan dan penyidikan diketahui komplotan ini sudah beraksi sebanyak 15 kali. Seperti di Boyolali, Klaten, Solo hingga Semarang," terang Ade di Mapolresta Solo, Jumat (22/4).

Uang yang mereka minta jumlahnya bervariasi. "Mulai dari jutaan rupiah hingga puluhan juta," imbuh Ade. Hingga kemarin, Bripda D masih dirawat di rumah sakit. "Personel polisi (Bripda D) kondisinya baik, dalam penjagaan petugas," ucapnya.

Kini, Bripda D terancam pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH) atau pemecatan. Adapun tiga orang komplotannya dijerat Pasal 368 atau Pasal 269 atau Pasal 335 atau Pasal 55 atau Pasal 56 atau UU Darurat No 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 4 tahun bui ditambah 1/3 masa hukuman.

Komplotan pemeras itu adalah:

Bripda PPS alias D (26) warga Bauresan Giritirto, Wonogiri.
SNY (22) warga Ngrawan, Bawen, Kabupaten Semarang.
RB (43) warga Pasarkliwon, Solo.
TWA (39) warga Tegal Baru Jebres, Solo.
ES (36) warga Magurejo, Pati.



Simak Video "Jadi Tersangka, Penembak Polisi di Lampung Terancam 15 Tahun Bui"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/dil)