Kalah di PN Boyolali, Anak Kini Gugat Ibu ke PA soal Tanah yang Kena Proyek Tol

Jarmaji - detikJateng
Selasa, 19 Apr 2022 16:10 WIB
Objek tanah yang disengketakan di Sawit, Boyolali.
Objek tanah yang disengketakan di Sawit, Boyolali. Foto: Jarmaji/detikJateng
Boyolali -

Warga Kabupaten Boyolali, Rini Sarwestri (51), dan Indri Aliyanto (47) menggugat ibu dan saudara kandungnya ke Pengadilan Agama setempat. Mereka meminta pengadilan membatalkan hibah tanah dari ibu ke beberapa saudaranya yang belakangan terkena proyek tol dan bakal mendapat ganti rugi.

Semula, keduanya pernah mengajukan gugatan yang sama ke Pengadilan Negeri Boyolali. Namun mereka akhirnya kalah. Upaya hukum banding yang mereka ajukan juga kandas.

"Iya, (sekarang) kami mengajukan gugatan ke Pengadilan Agama. Kemarin di Pengadilan Negeri (PN) kan kita ditolak, kita naik ke Pengadilan Tinggi. Di Pengadilan Tinggi ternyata putusannya juga ditolak. Hak waris kan kita masuk ke Pengadilan Agama," kata salah satu penggugat Indri Aliyanto, dihubungi wartawan, Selasa (19/4/2022).

Dalam sengketa itu, Rini dan Indri menggugat ibu kandung dan tiga saudaranya terhadap objek tanah di Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali. Tanah itu terkena proyek strategis nasional, jalan tol Jogja-Solo.

Tanah seluas 1.166 meter persegi itu semula milik Sri Surantini, ibu dari kedua penggugat. Namun beberapa tahun lalu telah dihibahkan kepada tiga anak dan satu cucu, yaitu, Gunawan Djoko Hariyanto, Aris Haryono, dan Wiwik Wulandari serta Afrizal Dewantara Putra.

Indri menjelaskan, materi gugatan ke Pengadilan Agama masih sama dengan yang ke Pengadilan Negeri lalu. Yakni mengenai hak waris. Sebagai anak, dia merasa juga mempunyai hak atas tanah yang bakal mendapat ganti rugi itu.

"Iya, soal hak waris. Dari awal kan menyangkut hak waris. Cuma di Pengadilan Agama kan lebih jelas pembagiannya," jelas dia.

Indri berharap, hibah tanah di Klinggen oleh ibu kandungnya kepada tiga anak dan satu cucunya itu dibatalkan. "Kita minta hak kita to," imbuh dia.

Sementara itu salah satu pihak tergugat, Gunawan Djoko Hariyanto, menyatakan siap menghadapi gugatan kedua adiknya tersebut di Pengadilan Agama. .

"Kita sebagai tergugat, kita siap menerima gugatan apapun dari para penggugat. Saat ini prosesnya di Pengadilan Agama," ujar Gunawan Selasa (19/4/2022).

Dikemukakan Gunawan, dalam perkara ini pihaknya sudah beberapa kali menghadapi gugatan dua adik kandungnya tersebut.

"Yang pertama di PN Boyolali dengan hasil tidak diterima. Lalu mengajukan gugatan lagi di PN Boyolali, gugatan ditolak seluruhnya oleh majelis hakim. Lalu penggugat mengajukan gugatan ke Pengadilan Tinggi Semarang atau banding dengan hasil gugatan tidak dapat diterima. Dan dia dikasih waktu 14 hari, tidak mengajukan kasasi. Lalu dia mengajukan gugatan baru lagi ke Pengadilan Agama dengan masih sama, masalah warisan," jelas Gunawan.

"Kita siap, sampai kapanpun kita siap. Cuma dampaknya menghambat pembangunan proyek strategis nasional, jalan tol Jogja-Solo. Terkendala oleh itu (gugatan). Kalau kami enjoy saja. Kami belum dibayar, kami masih menempati di sini. Belum serah terima hak milik," tandasnya.




Simak Video "Tak Terima Kalah dengan PS Glow, MS Glow Siap Kasasi ke MA"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/sip)