Akhir Petualangan Penipu Cinta Asal Semarang di Magelang

Eko Susanto - detikJateng
Kamis, 07 Apr 2022 17:02 WIB
KDA (43) Tersangka penipuan bermodus cinta dan barang bukti kejahatannya.
KDA (43) Tersangka penipuan bermodus cinta di Polres Magelang Kota. (Foto: Eko Susanto/detikjateng)
Magelang -

Pria berinisial KDA (43) ditangkap Polres Magelang Kota karena dilaporkan menipu TH (34), wanita asal Kota Magelang yang dikenalnya lewat aplikasi kontak jodoh, Tinder.

Tak hanya sering meminta uang dengan berbagai alasan, tersangka juga tega meninggalkan korban setelah berjanji akan menikahinya. Padahal, korban sudah terlanjur memesan undangan nikah dan suvenir.

"Pelaku melakukan perbuatannya dengan membujuk rayu, keadaan palsu, dan martabat palsu, sehingga korban menyerahkan harta miliknya kepada pelaku. Kerugian (korban) sekitar Rp 461 juta," kata Kapolres Magelang Kota AKBP Yolanda Evalyn Sebayang saat konferensi pers, Kamis (7/4/2022).

Yolanda mengatakan, KDA dan TH berkenalan lewat Tinder pada Juni 2018. "Setelah ketemuan langsung diajak jadi pacar dan berhubungan badan. Sering kali meminta uang kepada perempuan (korban) untuk memperbaiki mobil dan lain-lain," ujar Yolanda.

KDA (43) Tersangka penipuan bermodus cinta dan barang bukti kejahatannya.KDA (43) Tersangka penipuan bermodus cinta dan barang bukti kejahatannya. (Foto: Eko Susanto/detikjateng)

Yolanda menjelaskan, tersangka juga pernah menemui ibu korban. "Sudah ketemu ibunya (korban) dan menetapkan tanggal pernikahan pada 7 Maret 2020. Sesudah itu (korban) ternyata ditinggal," ungkap Yolanda.

Padahal, Yolanda menambahkan, korban terlanjur mempersiapkan rencana pernikahan tersebut. Setelah pernikahan itu batal, korban melapor ke Polres Magelang Kota.

"Pasal yang dikenakan tindak pidana penipuan atau penggelapan, pasal 378 KUHP atau pasal 372 KUHP. Ancaman hukumannya kurungan selama 4 tahun," terang Yolanda.

Kepada wartawan, KDA berdalih meninggalkan korban karena sejumlah alasan. "Awalnya mau menikahi. Karena berjalannya waktu saya nggak cocok sama karakter (korban)," katanya.

"Dia seperti punya target setahun kami harus nikah. Saya kepontal-pontal karena terlalu cepat," dalih KDA. Meski demikian, KDA mengaku sering meminta uang korban yang bekerja sebagai pedagang sembako. "Uangnya untuk perbaikan mobil dan kehidupan saya sehari-hari," pungkas dia.



Simak Video "Polisi Belum Panggil Jamal Mirdad soal Dugaan Penipuan, Kenapa?"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/sip)