Pelajar Tewas Korban Klithih Jogja Ternyata Anak Anggota DPRD Kebumen

Heri Susanto - detikJateng
Senin, 04 Apr 2022 14:57 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Solo -

Kejahatan jalanan di Jogja yang kerap disebut klithih kembali memakan korban. Seorang pelajar di Jogja berinisial D (18) asal Kebumen, Jawa Tengah tewas setelah menjadi korban penyerangan oleh orang tak dikenal di sekitar Jalan Gedongkuning.

Korban ternyata merupakan anak salah satu anggota DPRD Kebumen, Madkhan Anis. Jatuhnya korban tewas dalam kejahatan klitih itu memicu respons salah satu anggota Komisi III DPR RI yang membidangi masalah keamanan, Eva Yuliana. Dia mendesak Kepolisian di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk segera mengungkap seluruh pelakunya.

"Saya mengutuk semua yang terlibat dalam kekerasan yang menyebabkan putra dari Pak Madkhan meninggal dunia. Seluruh pelakunya harus segera diminta pertanggungjawaban dan mendapatkan hukuman yang adil," ujar Eva kepada detikJateng, Senin (4/4/2022).


Dalam peristiwa tersebut, D sedang berboncengan menggunakan sepeda motor dan tiba-tiba diserang oleh pemotor lainnya.

Salah seorang saksi mata, Purwanto, mengaku menyaksikan kejadian itu saat sedang duduk di angkringan yang berada di depan kantor Kalurahan Banguntapan, Jalan Gedongkuning. Kala itu dia melihat korban yang dibonceng temannya dihantam dengan gir.

"Saya kebetulan sedang nongkrong di angkringan. Korban awalnya melaju dari arah selatan menuju utara. Korban yang dibonceng oleh rekannya yang lain tiba-tiba dihantam dengan gir saat sampai di perempatan kemudian terseret sejauh 20 meter dari lokasi dia dihantam, karena oleng dan langsung terjatuh," jelas Purwanto saat ditemui hari ini.

Purwanto mengungkap peristiwa itu terjadi tiba-tiba. Usai kejadian korban langsung tampak tak sadarkan diri.

"Setelah kejadian itu, para pelaku langsung kabur ke arah selatan. Kelihatannya masih remaja dengan jumlah lima orang dengan dua sepeda motor," kata Purwanto yang juga petugas Linmas Kalurahan Banguntapan ini.

Korban sebenarnya sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Namun, nyawanya tidak dapat terselamatkan.



Simak Video "Sidang Kasus Klitih Ricuh, Keluarga Tak Terima Terdakwa Divonis 10 Tahun Bui"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/sip)