Kembali Jual Perabotan Ibu, Pemuda Bucin Bantul Diciduk Polisi!

Pradito Rida Pertana - detikJateng
Senin, 14 Feb 2022 17:03 WIB
Pemuda bucin Bantul, inisial DRS (kiri), ditangkap polisi, Minggu (13/2/2022).
Pemuda bucin Bantul inisial DRS ditangkap polisi, Minggu (13/2/2022). Foto: dok. Satreskrim Polres Bantul
Bantul -

Polisi akhirnya kembali menciduk DRS (24) karena menjual lagi perabotan milik ibunya, Paliyem. Kepada polisi, pemuda bucin itu mengaku hasil penjualan perabotan rumah digunakan untuk memanjakan pacarnya.

"(DRS) Sudah kami amankan kemarin Minggu (13/2/2022) saat yang bersangkutan pulang ke rumahnya (Pundong)," kata Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Archye Nevadha kepada wartawan di Bantul, Senin (14/2/2022).

Archye mengungkapkan, hasil pemeriksaan sementara, DRS mengaku telah menjual dua perabotan milik ibunya. Yaitu meja, dan kompor gas pemberian Bupati Bantul.

"Dia membawa kompor tersebut, kemudian menjualnya pada saat perjalan ke tempat pacarnya di Jawa Timur. Kalau uangnya itu dari keterangan sudah digunakan (DRS) untuk kebutuhan pribadi dan untuk membelikan barang untuk pacarnya," ucapnya.

Oleh sebab itu untuk motifnya, Archye menyebut masih sama dengan sebelumnya yakni memenuhi kebutuhan sehari-hari dan ingin memanjakan pacar. Namun, di sisi lain DRS tidak memiliki penghasilan tetap sehingga menjual perabotan milik orang tuanya.

"Dia (DRS) ini tidak memiliki penghasilan, tapi dia ingin membahagiakan pacarnya," ujarnya.

Atas perbuatannya, Dwi disangkakan pasal 363 KUHP juncto pasal 367 ayat 2 KUHP juncto pasal 65 ayat KUHP ayat 1. Merujuk pasal berlapis tersebut, DRS terancam hukuman 9 tahun penjara.

"Anak dari ibu Paliyem melakukan tindak pidana yaitu pencurian dalam keluarga dan pencurian dengan pemberatan. Maka kami kenakan pasal berlapis dengan 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan (curat), karena anak tersebut sempat memecah kaca untuk bisa masuk dalam rumah dan mengambil meja," ucapnya.



Simak Video "Penampakan Rumah yang Perabotnya Dijualin Pria Bucin Bantul"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/aku)