Kembali Jual Perabot-Aniaya Ibu, Pemuda Bucin Bantul Dipolisikan Lagi

Pradito Rida Pertana - detikJateng
Sabtu, 12 Feb 2022 07:22 WIB
Rumah DRS di Bantul
Rumah pemuda bucin di Bantul yang jual perabot (Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng)
Bantul -

Pria inisial DRS (24) di Bantul yang sempat dilaporkan ibunya, Paliyem (53), ke polisi karena menjual perabotan rumah demi cinta atau bucin kembali berulah. Paliyem pun kembali melaporkan anaknya itu ke polisi karena kembali menjual perabotan rumah.

Paliyem mengatakan kejadian berawal saat anaknya mengambil dan menjual kompor gas pemberian Bupati Bantul Abdul Halim Muslih beberapa waktu lalu. Tak berhenti di situ, Paliyem kembali mendapati DRS menjual perabotan berupa meja dan kursi pemberian pihak lain pada tanggal 6 Februari.

"Sekarang jual kompor dari Pak Bupati dan meja dan kursi pemberian Mirota Kampus. Dan tadi malam Kamis (10/2) mau menjual lemari barang bukti sebelumnya dan meja dan kursi," kata Paliyem saat ditemui di Polres Bantul, Jumat (11/2/2022).


"Pernah juga dapat beras dari Pak Jaksa (Kejari Bantul) itu saja suruh dijual dan uangnya diminta semua sama dia," imbuh Paliyem.

Bahkan, apabila tidak menuruti permintaan DRS, Paliyem mendapatkan tindak kekerasan dari anaknya itu. Seperti halnya melempar sandal ke bagian tubuh Paliyem.

"Iya (dianiaya), saya ditamplek pakai sandal di sini (leher) sampai hampir semaput (pingsan) saya. Pernah juga waktu duduk itu malah kursinya diangkat gitu," ucapnya.

Paliyem saat ini merasakan ketakutan berada di rumahnya sendiri. Apalagi, DRS meminta sejumlah uang kepada Paliyem yang sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh kasar.

"Terus saya disuruh mencari uang Rp 1 juta, karena itu saya pergi ke tempat saudara saya. Jadi tidak berani di rumah aku kalau anakku masih di rumah, karena takut sama anak, dianiaya sama anak sendiri," ujarnya.

Karena itu, Paliyem melaporkan perbuatan DRS ke Polres Bantul. Pasalnya ia telah mengingkari janjinya untuk berubah menjadi lebih baik pascakejadian sebelumnya.

"Soalnya katanya sudah tidak mau mengulangi lagi kok malah ini diulangi lagi. Saya kan takut kalau dia melakukan hal sama kepada tetangga," katanya.

"Dan ini (laporan polisi) tidak akan aku cabut walaupun siapapun yang kasih tahu suruh mencabut. Karena ini sudah keterlaluan dan tidak bisa dimaafkan lagi, tapi kalau yang itu nggak saya laporkan itu (dianiaya DRS)," lanjut Paliyem.

Paliyem menambahkan, dia menduga anaknya berada di tempat tinggal perempuan yang sempat meminta berbagai hal kepada DRS. Untuk itu, Paliyem meminta kepada polisi untuk sekalian menangkap perempuan yang telah mengubah perilaku anaknya.

"Dan dia juga berbohong kalau sudah bekerja juga. Mungkin dia di tempat ceweknya itu, di sekitar Terminal Giwangan, orang Ngawi itu ceweknya. Tolong itu besok diambil juga ceweknya itu, sekalian sama anak saya," ucapnya.

Dihubungi terpisah, Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Archye Nevadha mengaku telah menerima laporan dari Paliyem. Archye mengaku akan segera menindaklanjuti laporan tersebut.

"Laporan sudah diterima. Kemudian akan kami tindak lanjuti laporan tersebut sesuai dengan prosedur yang berlaku," ujar Archye kepada detikJateng.

Sementara itu, tetangga Paliyem, Asmawati, menjelaskan Paliyem pernah mendatangi rumahnya pekan lalu. Hal itu karena DRS meminta uang untuk membayar uang muka motor dan membeli smartphone baru.

"Awalnya dia mau DP motor, mau beli HP karena mau ngojek online lagi. Tapi ibunya tidak punya uang, dan dia memaksa ibunya menjual perabotan rumah dan main tangan," katanya saat ditemui detikJateng di rumahnya, Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong, Bantul, Jumat (11/2).

Perempuan yang merupakan istri Ketua RT 6 Pedukuhan Paten ini melanjutkan, hal tersebut berlanjut dengan memanggil DRS. Namun sesampainya di rumah Asmawati, DRS malah marah-marah dan melempar sandal hingga mengenai ibunya.

Pascakejadian tersebut, Paliyem memutuskan untuk mengungsi ke rumah salah satu temannya di Kapanewon Pleret, Bantul. Hal itu karena Paliyem takut dengan perlakuan DRS terhadapnya.

Saat pergi itu Paliyem menitipkan kunci ke suami Asmawati dengan tujuan agar bisa mengecek secara berkala kondisi rumah selama ditinggal mengungsi. Selain itu, Paliyem meminta tolong agar melaporkan jika ada perabotan rumah yang hilang.

"Nah, tetangga ada yang tahu DRS mengemudikan mobil dan membawa meja dan kursi. Ternyata DRS sudah menjual meja dan kursi bantuan dari salah satu gereja itu," ucapnya.

"Dapat informasi itu suami saya langsung mengecek rumah (Paliyem) dan ternyata ada meja dan kursi yang sudah hilang," imbuh Asmawati.

Tak berhenti di situ, Asmawati mengungkapkan jika ulah DRS berlanjut Kamis (10/2) malam. Di mana ada mobil jasa angkut yang berhenti di depan rumah Paliyem sambil salah seorang kernetnya mulai memindahkan beberapa perabotan ke dalam bak mobil terbuka.

"Nah, tadi malam kok bawa jasa angkut, sudah ngangkutin lemari, meja, kursi sudah masuk ke atas. Tahu itu suami saya langsung mendatangi ke rumah DRS, dan bilang akan lapor polisi. Hal itu membuat DRS takut dan barang-barangnya itu diturunkan lagi," ucapnya.

Setelah kejadian itu warga ingin mengamankan DRS untuk dimintai keterangan terkait penjualan meja dan kursi milik Paliyem. Namun, malam itu juga DRS malah kabur menggunakan motor.

"Rencananya DRS mau diamankan warga untuk ditanya dijual ke mana meja dan kursi yang kemarin itu. Tapi ternyata DRS itu malah pergi melarikan diri pakai motor," ucapnya.



Simak Video "Penampakan Rumah yang Perabotnya Dijualin Pria Bucin Bantul"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/rih)