Panen Laporan, Polres Blora Dalami Dugaan Curang Seleksi Perades

Febrian Chandra - detikJateng
Minggu, 06 Feb 2022 20:39 WIB
Polisi menunjukkan bukti dugaan kecurangan dalam seleksi perangkat desa di Blora.
Polisi menunjukkan bukti dugaan kecurangan dalam seleksi perangkat desa di Blora. (Foto: Febrian Chandra/detikJateng)
Blora -

Polres Blora saat ini menerima sejumlah laporan dari masyarakat mengenai dugaan kecurangan dalam seleksi perangkat desa. Polisi berjanji akan menangani aduan itu secara serius.

Wakapolres Blora Kompol Christian menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima 4 laporan dari masyarakat.

"Semua sudah kita proses, ada dua diantaranya masuk ke tahap penyidikan," kata Christian saat jumpa pers, Minggu (06/02/2022).


Christian mengatakan, empat laporan yang masuk ke Polres Blora adalah Desa Beganjing Kecamatan Japah, Desa Nginggil Kecamatan Kradenan, Desa Jepangrejo Kecamatan Blora, dan Desa Talokmohwojo Kecamatan Ngawen.

"Yang sudah masuk tahap penyidikan Desa Beganjing dan Desa Nginggil. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada tersangka. Untuk Desa Jepangrejo dan desa Talokmohwojo masih tahap pemeriksaan saksi - saksi, mudah-mudahan juga segera menyusul," ungkapnya.

Christian menjelaskan, sampai saat ini kasus dugaan kecurangan tersebut masih dalam proses pendalaman. "Untuk penentuan tersangka, masih pendalaman. Jika sudah pasti akan kita sampaikan," tandasnya.

Chris mengatakan, untuk kasus di Desa Beganjing dan Nginggil terdapat indikasi dugaan surat keputusan (SK) palsu atau abal-abal.

"Kasusnya adalah SK palsu atau abal-abal. Pendaftar mencantumkan SK abal-abal untuk menaikkan atau menambah bobot poin atau penilai. Padahal, dalam kenyataannya si pendaftar tersebut tidak pernah melakukan pengabdian kerja di desa," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Christian juga mempersilakan warga untuk menyampaikan laporan saat melihat ada indikasi kecurangan. "Silakan melapor, datang, siapkan bukti - bukti. Nanti ada pembuktiannya daripada kisruh di medsos," terangnya.

Untuk di ketahui, seleksi perangkat desa itu digelar di 194 desa dengan jumlah lowongan perangkat sebanyak 857 jabatan dan diikuti lebih dari 4 ribu pendaftar.



Simak Video "Diduga Sarat Kejanggalan, Warga Demo Hasil Seleksi Perangkat 13 Desa di Rembang"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/dil)