Ledakan di Grobogan, PCNU: itu Murni untuk Alat Pengusir Kelelawar

Manik Priyo Prabowo - detikJateng
Sabtu, 29 Jan 2022 09:28 WIB
Petugas sedang menyelidiki ledakan yang terjadi di rumah warga di Grobogan
Ledakan di sebuah rumah kawasan Klambu, Grobogan. Foto: dok Polri
Grobogan -

Ledakan yang terjadi di rumah sekitar pondok pesantren di Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, membuat PCNU Grobogan angkat bicara. Menurut informasi yang diperoleh tim internal PCNU, ledakan itu tidak ada kaitannya dengan aksi terorisme maupun perakitan bahan peledak.

"Dari hasil pengakuan korban, itu murni untuk membuat alat pengusir kelelawar. Ini murni perbuatan anak yang domisilinya di sekitar pondok, kejadiannya bukan di ponpes," kata Ketua PCNU Kabupaten Grobogan Abu Mansur saat dihubungi detikJateng, Sabtu (29/1/2022).

Menurut informasi yang diperoleh detikJateng, PWNU Jawa Tengah juga memberikan pernyataan terkait ledakan di Kecamatan Klambu ini. Ponpes Darul Masruh itu berada tepat di samping rumah yang meledak, Jumat siang kemarin. Ponpes tersebut milik KH Ali Mansur, Rois Syuriah PCNU Grobogan periode lalu.

"Ledakan di samping ponpes, bukan di ponpes. Itu murni inisiatif dari korban," kata Abu Mansur.

Diberitakan sebelumnya, ledakan yang diduga dari belerang dengan racikan dari AM (18), cucu pemilik Pondok Pesantren Darul Masruh, terjadi pada Jumat (28/1/2022) sekitar pukul 13.30 WIB. Dalam kejadian tersebut, AM mengalami luka-luka sehingga dilarikan ke Rumah Sakit.

Menurut warga, perakitan alat pengusir atau pembunuh kelelawar ini meledak cukup keras dan membuat para santri dan warga berhamburan keluar rumah. Bahkan, suara ledakan yang merusak rumah dua lantai itu terdengar hingga radius 1 km.

Kepolisian saat ini belum mengeluarkan pernyataan detail seputar ledakan itu. Kapolres Grobogan AKBP Benny Setiyowadi mengaku masih menunggu hasil penyelidikan.

"Kita tunggu penyelidikannya selesai dan bagaimana hasilnya nanti," ujar Kapolres Grobogan, AKBP Benny saat di lokasi kejadian, Jumat (28/1).



Simak Video "Grobogan Dilanda Banjir, 205 Rumah Tergenang"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/dil)