Polisi Periksa Pria yang Dilaporkan Perkosa Perempuan Boyolali

Angling Adhitya Purbaya - detikJateng
Jumat, 28 Jan 2022 18:15 WIB
Direskrimum Polda Jateng Kombes Djuhandhani Rahardjo Puro  di Polresta Solo, Senin (1/11/2021).
Direskrimum Polda Jateng Kombes Djuhandhani Rahardjo Puro. Foto: Ari Purnomo/detikJateng
Semarang -

Penanganan kasus dugaan pemerkosaan yang dilaporkan wanita inisial R dari Boyolali terus berlanjut. Hari ini terlapor, GW diperiksa oleh Polda Jawa Tengah.

"Lagi kita periksa, kita klarifikasi," kata Direktur reserse kriminal umum Polda Jateng, Kombes Djuhandhani Rahardjo Puro di Mapolda Jateng, Jumat (28/1/2022).

Djuhandhani belum menyebutkan status terlapor karena masih penyelidikan. Ia juga menegaskan untuk R saat ini masih tetap dihormati haknya sebagai pelapor.

"Jadi tetap kedepankan pelapor sebagai korban. Kemudian dengan tidak kesampingkan bahwa terlapor mempunyai hak yang dilindungi yaitu praduga tak bersalah," jelas Djuhandhani.

"Saat ini sedang dilaksanakan pendalaman. Pendalamannya memeriksa saksi, memeriksa bukti-bukti kemudian memeriksa terlapor," imbuhnya.

Ia menegaskan sudah jadi kewajiban polisi membuktikan apakah pemerkosaan itu benar terjadi atau tidak, termasuk pengakuan pelapor yang merasa takut karena ada ancaman dari terlapor saat kejadian.

"Simpang siur berita dari keterangan dia tidak terpaksa, namun merasa takut. Inilah yang harus dibuktikan. Tentu saja akan didalami dan penyidik saat ini tidak bisa berasumsi. Kita hanya bersifat mengumpulkan keterangan dan ahli," katanya.

"Semoga dengan upaya yang dilaksanakan penyelidikan bisa membuat terang. Saya pastikan sampai saat ini bahwa tidak ada anggota Polri atau TNI terlibat," tegasnya.

Untuk diketahui, menurut laporan R, peristiwa berawal ketika suaminya ditangkap terkait kasus perjudian tanggal 9 Januari 2021. Kemudian keesokan harinya muncul orang yang mengaku aparat dari Polda Jateng mengajaknya untuk membantu suami R. Setelah itu, R mengatakan, ia dibawa ke hotel di Bandungan dan disebut ada unsur paksaan bahkan ancaman dengan pisau. Ia mengaku kabur saat pria tersebut sudah tidur.

R kemudian melapor ke Polres Boyolali, dan saat itulah AKP Eko Marudin yang saat itu selaku Kasat Reskrim datang dan mengucapkan hal yang melecehkannya. Dari ucapan itu, AKP Eko kemudian dicopot dari jabatannya.



Simak Video "Pembunuh Bidan & Anak di Semarang Dibekuk, Motifnya Sakit Hati"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/aku)