Lho? Maling di Karanganyar Ini Malah Lapor Polisi Motornya Tertinggal di TKP

Andy Kurniawan - detikJateng
Sabtu, 22 Jan 2022 12:07 WIB
Wakapolres Karanganyar Kompol Purbo Adjar Waskito menanyai pelaku, Selasa (18/1/2022).
Wakapolres Karanganyar Kompol Purbo Adjar Waskito menanyai pelaku. (Foto: dok Polres Karanganyar)
Karanganyar -

Pelaku pencurian ini sukses menggondol mesin bor dan gerinda dari rumah korbannya di Tasikmadu, Karanganyar. Yang menggelikan, keesokan harinya pelaku yang sama justru lapor polisi karena motornya tertinggal di TKP.

"Kejadian bermula saat pelaku sedang beraksi di rumah korban di Desa Buran, Kecamatan Tasikmadu, Senin (27/12) dini hari. Aksi ini tepergok korban dan sempat terjadi kejar-kejaran," ujar Kasi Humas Polres Karanganyar AKP Agung Purwoko, saat dihubungi detikJateng, Sabtu (22/1/2022).

Agung menyebut, pelaku berinisial S alias G (35) ini berhasil lolos dan sukses membawa mesin bor dan gerinda milik korban. Gagal menangkap maling, korban justru menemukan motor yang diduga milik pelaku di sekitar TKP.

"Di pinggir lapangan sebelah selatan di belakang warung, didapati satu unit motor Honda Beat nopol H-2479-EU yang diduga milik tersangka yang ditinggalkan. Serta didapati 2 buah tabung gas 3 kg, 2 buah mantel, 1 buah mesin gerinda, dan sandal jepit," imbuh Agung.

Polisi yang mendapatkan laporan korban, menggunakan barang-barang tersebut untuk melacak keberadaan pelaku. Petugas akhirnya berhasil menemukan kontrakan pelaku di Desa Triyagan, Mojolaban, Sukoharjo.

"Saat didatangi petugas, istri pelaku justru mengatakan pelaku sedang berada di Polsek Mojolaban untuk melaporkan kehilangan sepeda motornya. Dugaan petugas, laporan itu hanya untuk pengalihan, karena yang sebenarnya motor tersebut tertinggal di dekat TKP pencurian," ungkap Agung.

Agung melanjutkan, petugas kemudian berkoordinasi dengan Polsek Mojolaban, dan mendapati pelaku sedang diklarifikasi terkait laporan kehilangannya. Petugas kemudian memperlihatkan barang bukti yang tertinggal di TKP pencurian kepada pelaku.

"Pelaku mengakui bahwa barang-barang tersebut benar miliknya, dan benar barang tersebut adalah hasil kejahatan yang dilakukannya. Pelaku kemudian diamankan," kata Agung.

Pelaku kini mendekam di tahanan Polres Karanganyar. Pelaku dikenakan Pasal 363 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

(aku/mbr)