Aksi Sadis Suami Habisi Istri Usai Diminta Cari Kerja di Semarang

Tim detikcom - detikJateng
Senin, 17 Jan 2022 18:38 WIB
Suami KDRT pembunuh wanita di indekos Semarang ditangkap
Suami bunuh istri di Semarang. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Kota Semarang -

Pembunuhan sadis suami habisi nyawa istri menggegerkan Kota Semarang, Jawa Tengah akhir pekan lalu. Pelaku bernama Kanipah alias Andre (32) akhirnya ditangkap.

Pembunuhan brutal ini terjadi di indekos Jalan Srinindito Baru, Semarang Barat, Sabtu (15/1) pukul 12.30 WIB. Tetangga korban awalnya mendengar teriakan minta tolong dari korban yang bernama Indah Safitri (27).

Salah seorang wanita yang merupakan tetangga kemudian mendatangi kos yang dihuni pelaku dan korban. Saat itu saksi tersebut melihat pelaku memukuli istrinya.

"Tapi saksi tidak berani masuk karena melihat suami korban sedang memukuli korban. Pelaku sudah bawa pisau," kata Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Sardo Lumbatoruan, di lokasi, Sabtu (15/1).

Melihat kejadian itu, saksi lalu mencari pertolongan. Namun, saat kembali ke lokasi, pelaku ternyata sudah kabur dengan mengendarai sepeda motor sambil membawa pisau.

"Kondisi korban sudah bersimbah darah dengan posisi tengkurap di lantai," jelas Donny.

Pelaku Kabur ke Rumah Mertua

Pelaku ternyata langsung menuju rumah orang tua korban. Dalam kondisi berlumuran darah, pelaku membawa pergi anaknya dari rumah mertuanya.

Keluarga korban sempat menanyai pelaku, tapi tak mendapat jawaban.

"Jadi berantem korban dengan suami terus korban ditusuk pisau. Ada lebih 5 tusukan. Dia (pelaku) pergi naik motor buang pisau, jemput anak di rumah mertuanya," kata Donny.

Pelaku ternyata kembali lagi ke lokasi kejadian pada petang hari yang sama. Saat itulah pelaku dibekuk polisi.

Dalam jumpa pers, Senin (17/1/2022), Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar mengungkap pelaku ditangkap saat mengantar anaknya pulang.

Andre diamankan di Mapolrestabes Semarang dan dijerat Pasal 44 ayat 3 UU No. 23 Tahun 2004 atau Pasal 338 KUHP tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hingga menyebabkan meninggal dunia dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Irwan mengungkap awalnya pelaku menjemput korban yang sedang dalam jam istirahat pekerjaannya untuk pulang ke rumah.

Saat di rumah terjadi keributan. Korban meminta pelaku untuk mencari bekerja. Namun pelaku beralasan sakit.

"Oleh istri diarahkan carilah pekerjaan. Dia sampaikan lagi nggak sehat. 'Kalau nggak sehat ya berobat'. Ucapan itu yang membuat Kanipah tersinggung," ujarnya.

Pelaku kemudian langsung mengambil pisau lipat dan menusuk korban.

Pengakuan Pelaku

Kanipah alias Andre tidak menyangkal pertengkaran terjadi karena dia diminta bekerja dan disuruh berobat. Dia mengaku jengkel hingga nekat mengambil pisau dan langsung menusuk istrinya. Saat beradu mulut pelaku sempat menggertak dengan meminta korban untuk membunuhnya. Namun ternyata justru istrinya yang dihujam pisau.

"Saya bilang aku kan sudah berobat. Nggak sembuh-sembuh, 'bunuh aja aku', terus bertengkar. Sangat menyesal sekali," ujarnya saat dihadirkan dalam jumpa pers hari ini.

"Saya sakit. Kepala pusing terus, Pak. Tidak tahu kenapa. Tidak bisa kerja," kata Andre.

(sip/ams)