Berebut Gunungan Ikan di Merti Desa Ngrajek Magelang

Berebut Gunungan Ikan di Merti Desa Ngrajek Magelang

Eko Susanto - detikJateng
Minggu, 30 Agu 2026 13:47 WIB
Suasana rebutan gunungan ikan yang berlangsung dalam rangkaian Merti Desa Ngrajek, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Minggu (30/8/2026).
Suasana rebutan gunungan ikan yang berlangsung dalam rangkaian Merti Desa Ngrajek, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Minggu (30/8/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Magelang -

Gelaran budaya adat Merti Desa Ngrajek, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang terlihat berbeda dari daerah lainnya. Jika biasanya garebek gunungan didominasi dengan hasil bumi dan sayuran, tetapi di Ngrajek ada gunungan ikan.

Ikan-ikan dibungkus dalam plastik dan ditata sedemikian rupa membentuk gunungan. Pantauan detikJateng di lokasi, sebelum dibagikan ke warga gunungan terlebih dahulu diarak keliling desa. Adapun start di dusun yang berbatasan langsung dengan Desa Menayu, Kecamatan Muntilan.

Desa Ngrajek sendiri terdiri ada enam dusun. Setiap dusun menghadirkan dua gunungan. Terdiri dari gunungan ikan dan gunungan hasil bumi. Gunungan ikan mengingat 60 persen warga Desa Ngarek merupakan petani ikan.

Kirab gunungan ini menempuh sekitar 1 km dengan finis di kawasan Lepen Sumong. Lepen sumong merupakan lokasi berjualan UMKM desa tersebut. Total ada sekitar 13 gunungan terdiri enam gunungan ikan dan tujuh gunungan hasil bumi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suasana rebutan gunungan ikan yang berlangsung dalam rangkaian Merti Desa Ngrajek, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Minggu (30/8/2026).Suasana rebutan gunungan ikan yang berlangsung dalam rangkaian Merti Desa Ngrajek, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Minggu (30/8/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng

Saat gunungan tiba di lokasi acara, warga pun terus merangsek mendekati gunungan. Untuk gunungan ikan pun beragam jenisnya. Ada koi, nila, mujair, tawes maupun yang lainnya. Sedangkan gunungan hasil bumi sebagian besar sayur sayuran.

Kepala Desa Ngrajek, Muhammad Riqzi Kurniawan, mengatakan hari ini mengadakan Merti Desa Ngrajek. Rangkaian Merti Desa Ngrajek dilangsungkan dua hari, Sabtu (29/8) dan Minggu (30/8).

"Agenda hari pertama adalah rawat ruwat. Rawat ruwat yang kita laksanakan di sumber mata air Desa Ngrajek yaitu Sumber Mata Air Tuk Wudal," kata Riqzi kepada wartawan ditemui di lokasi, Minggu (30/8/2026).

"Kita melaksanakan acara rawat ruwat kemarin itu tujuannya yang pertama, kita ingin mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT," ujarnya.

Ungkapan syukur tersebut, katanya, masyarakat Desa Ngrajek diberikan sumber kehidupan yaitu yang berupa mata air.

"Sehingga masyarakat Desa Ngrajek ini tidak pernah kekurangan akan air, baik itu air bersih untuk masak, untuk mencuci, ataupun untuk irigasi pertanian dan kolam-kolam sawah yang ada di warga Desa Ngrajek," ungkapnya.

"Kemudian, hari ini, hari kedua kami melaksanakan acara Merti Desa. Ini judulnya adalah festival budaya sekaligus kirap hasil gunungan pertanian dan juga perikanan," tambahnya.

Perihal gunungan ikan, kata Riqzi, Desa Ngrajek ini ikonnya adalah perikanan. Menurutnya, di Desa Ngrajek ini dulu terdapat BBI (Balai Benih Ikan) terbesar di Jawa Tengah yang sekarang masih ada.

"Dan mayoritas masyarakat Desa Ngrajek hampir 60 persen adalah bermata pencaharian sebagai petani ikan. Itu judul kenapa kami tadi mengadakan gunungan ikan dan disedekahkan kepada seluruh warga, baik warga Desa Ngrajek ataupun warga desa sekitar," bebernya.

"Di Ngrajek ini ada 6 dusun. Satu dusun kami wajibkan untuk membuat dua gunungan. Yang pertama gunungan hasil pertanian yang berupa palawija dan lain sebagainya. Gunungan yang kedua adalah gunungan ikan," pungkasnya.

ADVERTISEMENT

Suasana rebutan gunungan ikan yang berlangsung dalam rangkaian Merti Desa Ngrajek, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Minggu (30/8/2026).Suasana rebutan gunungan ikan yang berlangsung dalam rangkaian Merti Desa Ngrajek, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Minggu (30/8/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng



Salah seorang warga yang ikut rebutan gunungan ikan, Muhammad Kurniawan Trisaputra (16), mengaku antusias dengan adanya gunungan ikan. Dia bahkan mendapatkan delapan plastik ikan.

"Tadi seru banget rebutan. Saya dapat ikan koi. Ini dapat 8 plastik," Kurniawan warga Desa Rambeanak kepada wartawan di lokasi rebutan gunungan ikan.

Hal senada disampaikan Lastri (64) warga Ngrajek. Ia mengaku mendapatkan lima plastik ikan. Lima plastik tersebut merupakan sisa dari bungkusan yang tidak dibuat gunungan.

"Saya ambil sisa dari gunungan (ikan belum dipasang gunungan). Ikan mujair dan sebagainya. Ini mau buat cucu," kata Lastri.

Sedangkan, Siti (47) warga Rambeanak, mengaku seru ikut rebutan gunungan ikan dan hasil bumi.

"Seru, desak-desakan. Ikan mujair, sama koi dan sayuran. Sayurannya toma, terong dan sawi. Saya senang banget," tuturnya.



(apl/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads