Permainan tradisional merupakan bagian penting dari budaya masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun. Permainan tradisional tidak hanya memberikan kegembiraan tetapi juga memiliki nilai edukatif yang tinggi bagi anak-anak. Salah satu permainan tradisional yang cukup populer di masyarakat Jawa adalah gobak sodor.
Gobak sodor dikenal sebagai permainan kelompok yang mengandalkan kekompakan, strategi, dan ketangkasan. Permainan ini menghadirkan keseruan, sekaligus mampu melatih kerja sama, konsentrasi, serta kemampuan fisik anak-anak. Selain itu, permainan yang melatih kekompakan ini juga memiliki cerita sejarahnya juga.
Mari kita ulik sejarah, aturan bermain, sampai manfaat dari permainan gobak sodor. Maka dari itu, yuk kenalan lebih mendalam cara bermain gobak sodor melalui uraian di bawah ini!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejarah Gobak Sodor
Permainan gobak sodor merupakan permainan tradisional Jawa yang dilakukan secara beregu. Menurut sumber dari artikel jurnal berjudul Pengaruh Permainan Tradisional Engklek dan Gobak Sodor terhadap Kemampuan Motorik Kasar siswa SD Negeri 37 Kota Lubuklinggau oleh Robi Wijayanto dan dua lainnya, pemainan ini dimainkan oleh 2 tim yang terdiri dari 3 sampai 6 orang.
Istilah gobak sodor terdiri dari dua kata, yakni gobak dan sodor. Dalam sumber yang sama, kata pertama, gobak memiliki arti bergerak, sementara sodor berarti tombak. Arti makna kedua kata tersebut berkaitan dengan sejarah permainan pada zaman dahulu.
Pada zaman dulu, permainan ini dilakukan oleh para prajurit untuk berlatih perang. Mereka melakukannya dengan tombak yang berujung tumpul disebut sodoran. Kemudian permainan ini mulai popular dengan nama gobak sodor. Bahkan, permainan ini masih eksis hingga kini.
Aturan Bermain gobak Sodor
Berdasarkan buku berjudul Permainan Tradisional Jawa Tengah yang ditulis oleh Suharmanto, berikut ini cara dan aturan bermain gobak sodor.
- Permainan dimulai dengan undian atau hompimpa, posisi penyerang akan diberikan kepada yang menang, sedangkan yang kalah menjadi penjaga.
- Tim penjaga menempati posisi pada garis penjagaan, sementara tim penyerang bersiap melewati garis penjagaan.
- Permainan akan dimulai dengan tanda peluit atau sesuatu yang disepakati seluruh pemain.
- Selanjutnya, tim penyerang berusaha melewati garis depan dengan menghindari tim penjaga.
- Sementara itu, tim penjaga menghadang tim penyerang, tanpa memindahkan posisi kakinya dari garis penjagaan.
- Ketika tim penjaga menyentuh penyerang tanpa kakinya menyentuh garis, maka penjaga tersebut dianggap mati.
- Setiap pemain dari tim penyerang yang berhasil melewati seluruh garis tanpa tersentuh tim penjaga, maka mendapat poin.
- Ketika seluruh pemain sudah mendapat gilirannya, selanjutnya posisi ditukar antara tim penjaga dan penyerang.
- Poin yang diperoleh oleh masing-masing tim menjadi penentu pemenang permainan gobak sodor.
Tidak hanya aturan bermain, kita juga perlu mengetahui ketentuan lapangan permainan gobak sodor. Masih dari sumber yang sama, berikut ini aturan lapangan permainan gobak odor.
- Lapangan berbentuk persegi panjang dengan gari berpetak-petak.
- Ukuran panjang lapangannya kurang lebih 15 meter, dengan lebar kurang lebih 9 meter.
- Bagian dalam lapangan dibuat 6 petak yang masing-masing berukuran 4,5x5 meter.
- Batas lapangan permainan diberi garis dengan jarak 5 cm.
- Bagian dalam lapangan diberi garis tengah yang bentuknya memanjang.
Manfaat Permainan Tradisonal Jawa gobak Sodor bagi Anak
Gobak sodor bukan sekadar permainan tradisional yang seru saja. Menurut sebuah penelitian berupa artikel jurnal berjudul Nilai Karakter Anak pada Permainan Tradisional Gobak Sodor dan Egrang yang ditulis oleh Muhammad Sholikhin dan kawan-kawan, berikut ini manfaat permainan tradisional Jawa gobak sodor bagi anak.
- Anak-anak bisa belajar tentang bekerjasama dengan satu timnya.
- Belajar mengatur strategi agar bisa menjadi pemenang dalam permainan gobak sodor.
- Melatih anak untuk bisa taat dengan aturan yang telah disepakati bersama, melatih anak untuk bisa sportif dalam bermain.
- Melatih anak untuk tetap melestarikan budaya bangsanya serta melatih anak untuk mencintai lingkungan sekitar.
Tidak hanya itu, dalam sumber lain berjudul Pengaruh Permainan Dobak Sodor terhadap Kerjasama Anak Kelompok B TK Intan Sari Palangka Raya Tahun Ajaran 2019/2020 oleh Riri Dwiani dan dua penulis lainnya, permainan gobak sodor dapat bermanfaat bagi anak, yakni sebagai berikut.
- Memberi kegembiraan pada anak
- Melatih kerjasama anak dalam tim
- Melatih kepemimpinan
- Mengasah kemampuan otak
- Mengasah kemampuan mencari strategi yang tepat
- Meningkatkan kekuatan dan ketangkasan
Demikian itulah uraian tentang permainan tradisional Jawa yakni gobak sodor, mulai dari sejarah, aturan bermain, sampai manfaatnya bagi anak. Semoga bermanfaat ya, Dab!
Artikel ini ditulis oleh Mardliyyah Hidayati peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom
(sto/dil)











































