Bahasa Jawa memiliki banyak dialek yang tersebar di berbagai daerah. Salah satunya adalah dialek Ngapak Tegalan yang digunakan oleh masyarakat di wilayah Tegal dan sekitarnya.
Dialek ini memiliki ciri khas pelafalan yang tidak banyak mengalami perubahan bunyi. Contohnya seperti huruf 'a' yang tetap dibaca 'a', dan tidak berubah menjadi bunyi 'o' seperti pada dialek bahasa Jawa di daerah lain.
Karena pelafalannya yang lugas dan apa adanya, bahasa Ngapak Tegalan sering dianggap unik dan lucu oleh sebagian orang. Bahasa Ngapak Tegalan juga dikenal sebagai bahasa yang egaliter karena tidak terlalu menekankan tingkatan bahasa seperti krama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa saja kosakata bahasa Ngapak Tegalan yang sering muncul dalam obrolan sehari-hari? Berikut ini 70+ kosakata Ngapak Tegalan sehari-hari yang unik dan lucu, lengkap dengan contoh kalimat beserta artinya, seperti dikutip dari Kamus Bahasa Jawa Tegal - Indonesia Edisi 2 yang disusun oleh Balai Bahasa Jawa Tengah.
70+ Kosakata Ngapak Tegalan beserta Contoh Kalimatnya
- Ader: Benarkah
Ader bocahe pindah? (Benarkah anaknya pindah?) - Age-age: Cepat-cepat
Age-age balik. (Cepat-cepat pulang) - Amoh: Lunak
Daginge amoh nemen. (Dagingnya sangat lunak) - Angel: Susah
Perkarane kie angel. (Perkaranya ini sulit) - Anyeb: Asrep
- Atis: Dingin
Banyune atis. (Airnya dingin) - Ayawene: Waktu sekarang
Biasane ayawene sing adol lewat. (Biasanya jam segini penjualnya lewat) - Babar blas: Sama sekali
Tak undang tapi babar blas ora nglinguk. (Aku panggil-panggil tetapi sama sekali tidak menengok) - Badeg: Kotor
Klambine badeg kena getah. (Bajunya kotor terkena getah) - Bagjane: Sudah susah payah melakukan sesuatu
Bagjane tangi esuk-esuk tapi tetep ora keduman. (Sudah susah payah bangun pagi-pagi tetapi tetap tidak kebagian) - Bae: Saja
Jagong nang kene bae. (Duduk di sini saja) - Balang: Lempar
Tak balang sendal. (Aku lempar sendal) - Belih: Tidak
Adine belih gelem mangan. (Adiknya tidak mau makan) - Blangsak: Menderita
Uripe kayong blangsak. (Hidupnya seperti menderita) - Clamit: Suka meminta
Uwonge clamit. (Orangnya suka minta-minta) - Deyan/Ndean: Mungkin
Deyan lagi meteng wonge. (Mungkin orangnya sedang hamil) - Dhemen: Senang, suka
Nyong dhemen karo koen. (Aku suka sama kamu) - Daning: Kok, oleh
Daning suwe nemen? (Kok lama sekali?) - Eng-engan: Musuhan
Bocahe wis suwe eng-engan. (Anaknya sudah lama musuhan) - Gandhul: Pepaya
- Gemiyen: Dulu
Gemiyen sekolahe bekas kuburan. (Dulu sekolahnya bekas kuburan) - Genah: Benar, jelas
Ora genah arahe. (Tidak jelas arahnya) - Gili: Jalan
Ngadeg nang pinggir gili. (Berdiri di samping jalan) - Glelengan: Tiduran
- Goroh: Bohong
Aja sokan goroh. (Jangan suka berbohong) - Jambal: Makan lauk tanpa nasi
- Jarene: Katanya
Jarene kudu nunggu ndisit. (Katanya harus nunggu dulu) - Jeglong: Lubang di jalan
Ati-ati ana jeglongan. (Hati-hati ada lubang) - Karo: Dengan
Lunga karo sapa? (Pergi dengan siapa?) - Kegugu: Tertawa
Kegugu ndeleng polahe. (Tertawa melihat tingkahnya) - Kadiran: Mentang-mentang
Kadiran anake dewan. (Mentang-mentang anaknya dewan) - Kaligane: Ternyata
Uwis tak gawakna kaligane ora gelem nganggo. (Sudah aku bawakan, ternyata tidak mau dipakai) - Kepimen: Bagaimana
Kepimen kabare? (Bagaimana kabarnya?) - Koen: Kamu
- Laka: Tidak ada
Laka duite. (Tidak ada uangnya) - Leklok: Lunglai, sangat lelah
Bar kerja leklok nemen. (Habis kerja lelah sekali) - Leyeh-leyeh: Bersantai
Bar mangan langsung leyeh-leyeh. (Habis makan langsung bersantai) - Lunga: Pergi
Pan lunga ngendi? (Mau pergi kemana?) - Logro: Longgar
Katoke logro. (Celananya longgar) - Mangan: Makan
- Mbodoni: Membohongi
- Ngelih: Lapar
Agus ngelih, Bu. (Agus lapar, Bu) - Nginung: Minum
- Nggremeng: Berbicara pelan tidak jelas
Nggremeng apa sih? (Ngomong apa sih?) - Nrokcok: Tidak sopan
Bocah maring wong tua ka nrokcok. (Anak-anak kok tidak sopan sama orang tua) - Nyong: Aku
- Oyag: Goyang
Pas ana lindu kerasa oyag. (Saat ada gempa terasa bergoyang) - Ora kandeg: Tidak tahunya
Ngomonge ora seneng, ora kandeg tetep dituku. (Bilangnya tidak suka, tak tahunya tetap dibeli juga) - Pan: Mau, ingin
Nyong pan balik. (Aku mau pulang) - Padha: Sama
Pada bae. (Sama saja) - Pan pora: Biar saja
Pan pora nangis, ben ngerjakna dewek. (Biar saja menangis, biarkan dia mengerjakan sendiri) - Petakilan: Sangat aktif (dalam hal buruk)
Bocahe petakilan. (Anaknya sangat aktif) - Perek: Dekat
Umahe perek stasiun. (Rumahnya dekat stasiun) - Reka-reka: macam-macam
Panganane reka-reka ya. (Makanannya sangat beragam, ya) - Rungseb: Semrawut
Kamare rungseb nemen. (Kamarnya sangat berantakan) - Romed/Ngromed: Ngomel
Ibune seneng ngromed bae. (Ibunya senang ngomel terus) - Sedelat: Sebentar
Sedelat maning. (Sebentar lagi) - Sejen: Beda
Cah kembar tapi raine sejen. (Anak kembar tapi mukanya berbeda) - Sengit: Benci
- Semradan: Agak
Kopine semradan pahit. (Kopinya gak pahit) - Semelet: Rasa panas sekali
Hawane semelet. (Hawanya sangat panas) - Semromong: Hawa panas
Dina kie kayong semromong. (Hawanya agak panas) - Sung: Sungguh, sumpah
Wite gede nemen sung. (Pohonnya sangat besar, sungguh) - Sokan: Sering
Nyong sokan nonton nang bioskop. (Aku sering nonton di bioskop) - Tuli: Lalu
Wingi maring pasar tuli tuku pregedel. (Kemarin pergi ke pasar lalu beli perkedel) - Unda-undi: Sebelas dua belas, waktunya dekat
Laire Mayang unda-undi karo laire Susan. (Tanggal lahirnya Mayang dekat dengan Susan) - Royal: Banyak tingkah/polah
Bonggane royal, dadine njrungup. (Suruh siapa banyak tingkah, jadinya jatuh) - Weruh: Melihat
Mau weruh warung anyar. (Tadi aku lihat warung baru) - Yag-yagan: Pergi kesana kemari tanpa tujuan jelas
- Yaul: Oke (bahasa gaul)
- Yuh: Ayo
Yuh, maring laut. (Ayo, pergi ke laut).
Demikian penjelasan tentang 70+ kosakata bahasa Ngapak Tegalan sehari-hari yang unik dan lucu, lengkap dengan contoh kalimatnya. Semoga bermanfaat.
Artikel ini ditulis oleh Ikfina Kamalia Rizki peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom
(sto/dil)
