70+ Kosakata Bahasa Ngapak Sehari-hari yang Unik dan Contoh Kalimatnya

70+ Kosakata Bahasa Ngapak Sehari-hari yang Unik dan Contoh Kalimatnya

Ikfina Kamalia Rizki - detikJateng
Rabu, 11 Mar 2026 16:14 WIB
Pengertian Unggah-Ungguh Basa Jawa Lengkap dengan Contoh Ngoko dan Krama
Ilustrasi menggunakan bahasa Ngapak. (Foto: Trưởng Bản Review/Pexels)
Solo -

Bahasa Jawa memiliki banyak dialek yang tersebar di berbagai daerah. Salah satunya adalah dialek Ngapak Tegalan yang digunakan oleh masyarakat di wilayah Tegal dan sekitarnya.

Dialek ini memiliki ciri khas pelafalan yang tidak banyak mengalami perubahan bunyi. Contohnya seperti huruf 'a' yang tetap dibaca 'a', dan tidak berubah menjadi bunyi 'o' seperti pada dialek bahasa Jawa di daerah lain.

Karena pelafalannya yang lugas dan apa adanya, bahasa Ngapak Tegalan sering dianggap unik dan lucu oleh sebagian orang. Bahasa Ngapak Tegalan juga dikenal sebagai bahasa yang egaliter karena tidak terlalu menekankan tingkatan bahasa seperti krama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa saja kosakata bahasa Ngapak Tegalan yang sering muncul dalam obrolan sehari-hari? Berikut ini 70+ kosakata Ngapak Tegalan sehari-hari yang unik dan lucu, lengkap dengan contoh kalimat beserta artinya, seperti dikutip dari Kamus Bahasa Jawa Tegal - Indonesia Edisi 2 yang disusun oleh Balai Bahasa Jawa Tengah.

ADVERTISEMENT

70+ Kosakata Ngapak Tegalan beserta Contoh Kalimatnya

  1. Ader: Benarkah
    Ader bocahe pindah? (Benarkah anaknya pindah?)
  2. Age-age: Cepat-cepat
    Age-age balik. (Cepat-cepat pulang)
  3. Amoh: Lunak
    Daginge amoh nemen. (Dagingnya sangat lunak)
  4. Angel: Susah
    Perkarane kie angel. (Perkaranya ini sulit)
  5. Anyeb: Asrep
  6. Atis: Dingin
    Banyune atis. (Airnya dingin)
  7. Ayawene: Waktu sekarang
    Biasane ayawene sing adol lewat. (Biasanya jam segini penjualnya lewat)
  8. Babar blas: Sama sekali
    Tak undang tapi babar blas ora nglinguk. (Aku panggil-panggil tetapi sama sekali tidak menengok)
  9. Badeg: Kotor
    Klambine badeg kena getah. (Bajunya kotor terkena getah)
  10. Bagjane: Sudah susah payah melakukan sesuatu
    Bagjane tangi esuk-esuk tapi tetep ora keduman. (Sudah susah payah bangun pagi-pagi tetapi tetap tidak kebagian)
  11. Bae: Saja
    Jagong nang kene bae. (Duduk di sini saja)
  12. Balang: Lempar
    Tak balang sendal. (Aku lempar sendal)
  13. Belih: Tidak
    Adine belih gelem mangan. (Adiknya tidak mau makan)
  14. Blangsak: Menderita
    Uripe kayong blangsak. (Hidupnya seperti menderita)
  15. Clamit: Suka meminta
    Uwonge clamit. (Orangnya suka minta-minta)
  16. Deyan/Ndean: Mungkin
    Deyan lagi meteng wonge. (Mungkin orangnya sedang hamil)
  17. Dhemen: Senang, suka
    Nyong dhemen karo koen. (Aku suka sama kamu)
  18. Daning: Kok, oleh
    Daning suwe nemen? (Kok lama sekali?)
  19. Eng-engan: Musuhan
    Bocahe wis suwe eng-engan. (Anaknya sudah lama musuhan)
  20. Gandhul: Pepaya
  21. Gemiyen: Dulu
    Gemiyen sekolahe bekas kuburan. (Dulu sekolahnya bekas kuburan)
  22. Genah: Benar, jelas
    Ora genah arahe. (Tidak jelas arahnya)
  23. Gili: Jalan
    Ngadeg nang pinggir gili. (Berdiri di samping jalan)
  24. Glelengan: Tiduran
  25. Goroh: Bohong
    Aja sokan goroh. (Jangan suka berbohong)
  26. Jambal: Makan lauk tanpa nasi
  27. Jarene: Katanya
    Jarene kudu nunggu ndisit. (Katanya harus nunggu dulu)
  28. Jeglong: Lubang di jalan
    Ati-ati ana jeglongan. (Hati-hati ada lubang)
  29. Karo: Dengan
    Lunga karo sapa? (Pergi dengan siapa?)
  30. Kegugu: Tertawa
    Kegugu ndeleng polahe. (Tertawa melihat tingkahnya)
  31. Kadiran: Mentang-mentang
    Kadiran anake dewan. (Mentang-mentang anaknya dewan)
  32. Kaligane: Ternyata
    Uwis tak gawakna kaligane ora gelem nganggo. (Sudah aku bawakan, ternyata tidak mau dipakai)
  33. Kepimen: Bagaimana
    Kepimen kabare? (Bagaimana kabarnya?)
  34. Koen: Kamu
  35. Laka: Tidak ada
    Laka duite. (Tidak ada uangnya)
  36. Leklok: Lunglai, sangat lelah
    Bar kerja leklok nemen. (Habis kerja lelah sekali)
  37. Leyeh-leyeh: Bersantai
    Bar mangan langsung leyeh-leyeh. (Habis makan langsung bersantai)
  38. Lunga: Pergi
    Pan lunga ngendi? (Mau pergi kemana?)
  39. Logro: Longgar
    Katoke logro. (Celananya longgar)
  40. Mangan: Makan
  41. Mbodoni: Membohongi
  42. Ngelih: Lapar
    Agus ngelih, Bu. (Agus lapar, Bu)
  43. Nginung: Minum
  44. Nggremeng: Berbicara pelan tidak jelas
    Nggremeng apa sih? (Ngomong apa sih?)
  45. Nrokcok: Tidak sopan
    Bocah maring wong tua ka nrokcok. (Anak-anak kok tidak sopan sama orang tua)
  46. Nyong: Aku
  47. Oyag: Goyang
    Pas ana lindu kerasa oyag. (Saat ada gempa terasa bergoyang)
  48. Ora kandeg: Tidak tahunya
    Ngomonge ora seneng, ora kandeg tetep dituku. (Bilangnya tidak suka, tak tahunya tetap dibeli juga)
  49. Pan: Mau, ingin
    Nyong pan balik. (Aku mau pulang)
  50. Padha: Sama
    Pada bae. (Sama saja)
  51. Pan pora: Biar saja
    Pan pora nangis, ben ngerjakna dewek. (Biar saja menangis, biarkan dia mengerjakan sendiri)
  52. Petakilan: Sangat aktif (dalam hal buruk)
    Bocahe petakilan. (Anaknya sangat aktif)
  53. Perek: Dekat
    Umahe perek stasiun. (Rumahnya dekat stasiun)
  54. Reka-reka: macam-macam
    Panganane reka-reka ya. (Makanannya sangat beragam, ya)
  55. Rungseb: Semrawut
    Kamare rungseb nemen. (Kamarnya sangat berantakan)
  56. Romed/Ngromed: Ngomel
    Ibune seneng ngromed bae. (Ibunya senang ngomel terus)
  57. Sedelat: Sebentar
    Sedelat maning. (Sebentar lagi)
  58. Sejen: Beda
    Cah kembar tapi raine sejen. (Anak kembar tapi mukanya berbeda)
  59. Sengit: Benci
  60. Semradan: Agak
    Kopine semradan pahit. (Kopinya gak pahit)
  61. Semelet: Rasa panas sekali
    Hawane semelet. (Hawanya sangat panas)
  62. Semromong: Hawa panas
    Dina kie kayong semromong. (Hawanya agak panas)
  63. Sung: Sungguh, sumpah
    Wite gede nemen sung. (Pohonnya sangat besar, sungguh)
  64. Sokan: Sering
    Nyong sokan nonton nang bioskop. (Aku sering nonton di bioskop)
  65. Tuli: Lalu
    Wingi maring pasar tuli tuku pregedel. (Kemarin pergi ke pasar lalu beli perkedel)
  66. Unda-undi: Sebelas dua belas, waktunya dekat
    Laire Mayang unda-undi karo laire Susan. (Tanggal lahirnya Mayang dekat dengan Susan)
  67. Royal: Banyak tingkah/polah
    Bonggane royal, dadine njrungup. (Suruh siapa banyak tingkah, jadinya jatuh)
  68. Weruh: Melihat
    Mau weruh warung anyar. (Tadi aku lihat warung baru)
  69. Yag-yagan: Pergi kesana kemari tanpa tujuan jelas
  70. Yaul: Oke (bahasa gaul)
  71. Yuh: Ayo
    Yuh, maring laut. (Ayo, pergi ke laut).

Demikian penjelasan tentang 70+ kosakata bahasa Ngapak Tegalan sehari-hari yang unik dan lucu, lengkap dengan contoh kalimatnya. Semoga bermanfaat.

Artikel ini ditulis oleh Ikfina Kamalia Rizki peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(sto/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads