Tradisi Padusan yang digelar setiap menjelang bulan Ramadan di Kabupaten Klaten dibuka hari ini. Puncak pembukaan tradisi Padusan ditandai penyebaran udik-udik atau oleh-oleh ke masyarakat di Objek Mata Air Cokro (OMAC).
Sebelum penyebaran udik-udik berupa kue apem dan uang kertas dibungkus plastik, acara didahului kirab sekitar pukul 09.00 WIB. Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo bersama Forkopimda hadir menyaksikan.
Prosesi didahului pemukulan bedug oleh Bupati dan penyiraman air kepada Mas dan Mbak Klaten. Massa yang mandi di mata air mulai riuh setelah siraman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu gunungan udik-udik dan hasil bumi dibagikan, warga yang mandi di sekitar panggung merangsek maju ke panggung. Begitu kue disebar oleh Bupati, pengunjung yang mayoritas anak-anak berebut di air.
"Ini dapat kue apem sama uang dari Bupati. Nanti pulang buat jajan," kata Kuncoro (14) kepada detikJateng, Selasa (17/2/2026) siang.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo menyatakan tradisi Padusan merupakan perwujudan rasa syukur Klaten dianugerahi banyak mata air. Padusan dimaknai sebagai simbol mensucikan diri.
"Ini adalah bagaimana kita menyucikan diri dengan air suci dengan mata air yang jernih kemudian kita bersama-sama menyambut bulan Ramadan agar bisa beribadah dengan lebih khusyuk, lebih khidmat sehingga kita bisa mendapatkan rida dari Allah SWT," kata Hamenang.
Untuk tahun ini, terang Hamenang, kemungkinan padusan dua hari karena ada kemungkinan perbedaan awal Ramadan. Perbedaan tersebut bukan masalah.
"Bagi masyarakat yang mulai berpuasa besok pagi atau lusa tidak apa-apa. Yang penting nanti kita bisa menikmati lebaran bersama-sama, perbedaan tidak perlu dijadikan masalah tapi justru patut kita syukuri Indonesia memiliki keragaman yang luar biasa," lanjut Hamenang.
"Semoga nanti saat melaksanakan bulan Ramadan kita senantiasa diberikan kekuatan," imbuhnya.
Pantauan detikJateng, tidak hanya di OMAC, ribuan warga juga mandi di berbagai objek wisata air Kecamatan Polanharjo dan Tulung. Mulai dari umbul Ponggok, Besuki, Pelem, Sigedang dan lainnya ramai dikunjungi.
Lokasi parkir kendaraan penuh. Warga berbagai usia dan berbagai daerah di sekitar Klaten datang untuk berenang bersama rombongan.
