Cara Menulis Aksara Jawa untuk Pemula, Mengenal Bentuk Huruf dan Sandhangan

Cara Menulis Aksara Jawa untuk Pemula, Mengenal Bentuk Huruf dan Sandhangan

Tim detikJateng - detikJateng
Rabu, 19 Okt 2022 04:00 WIB
hanacaraka
Aksara Jawa. Foto: Istimewa/ Dok. Dwi Cahyono
Solo -

Salah satu warisan kebudayaan di Indonesia adalah aksara Jawa. Meski sudah sangat jarang digunakan, aksara Jawa masih tetap dipelajari di sekolah-sekolah yang berada di Jawa, khususnya di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Padahal, sekitar seabad silam, aksara Jawa masih sangat sering digunakan. Bahkan banyak buku maupun surat kabar yang saat itu masih menggunakan bahasa sekaligus aksara Jawa. Namun lambat laun penggunaan aksara Jawa tergeser oleh huruf latin.

Aksara Jawa juga dikenal juga dengan sebutan aksara Hanacaraka. Hal itu berdasarkan lima huruf di barisan paling atas dalam aksara jawa yang terdiri dari ha, na, ca, ra, dan ka.

Sejarah Aksara Jawa

Dalam artikel berjudul Pembelajaran Penulisan Aksara Jawa Anak Kelas III Sekolah Dasar (Jurnal Aksara Vol 27 No 1 Tahun 2015), Sutarsih menulis aksara Jawa berasal dari aksara Brahmi yang berasal dari Hindustan.

Adapun di negeri Hindustan sendiri pada saat itu terdapat bermacam-macam aksara yang digunakan, salah satunya aksara Pallawa yang berasal dari India bagian selatan.

Di Nusantara sendiri ada beberapa bukti bahwa aksara Pallawa memang pernah digunakan oleh nenek moyang kita. Salah satunya adalah Prasasti Yupi yang berada di Kalimantan Timur.

Dalam jurnal tersebut Sutarsih juga menyebut bahwa aksara Pallawa menjadi induk dari semua aksara yang ada di Nusantara. Beberapa turunannya adalah aksara Rencong, Surat Batak, aksara Makassar, aksara Baybayin, termasuk juga aksara Jawa.

Cara memulai belajar menulis aksara Jawa di halaman berikutnya