Kala Yura Yunita, Ardhito hingga Ello Buai Penonton di Candi Borobudur

Kala Yura Yunita, Ardhito hingga Ello Buai Penonton di Candi Borobudur

Eko Susanto - detikJateng
Selasa, 27 Sep 2022 21:08 WIB
Ello saat tampil di Nada Nusantara Candi Borobudur, Selasa (27/9/2022)
Ello saat tampil di Nada Nusantara Candi Borobudur (Foto: Eko Susanto/detikJateng)
Magelang -

Sejumlah musisi seperti Yura Yunita hingga Ardhito Pramono sukses menghipnotis para penonton di Aksobya Candi Borobudur hari ini. Aksi panggung mereka membuat para penonton larut dalam alunan musik etnik.

Selain Yura dan Ardhito, Ridho Hafiedz, dan Marcello Tahitoe juga turut memeriahkan panggung Aksobya yang berlatar Candi Borobudur. Ada juga musisi dari Jawa Tengah, Bali dan Maluku dengan permainan musik tradisional mereka.

Konser yang diinisiasi Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud Ristek bekerja sama dengan Yayasan Atma Nusvantara Jati (Atsanti Foundation) bertajuk "Nada Nusantara Live at Borobudur". Konser ini menggunakan aransemen alat musik tradisional yang berasal dari Jawa Tengah, Maluku dan Bali dipadukan dengan alat musik modern.


Para musisi yang pentas juga menampilkan lagu baru hasil kolaborasi dari 3 daerah yakni 'Ku Selalu di Sini' yang dipentaskan Ridho Hafiedz, Marcello Tahitoe dan musisi Jawa Tengah. Kemudian, 'Nada Kaya' yang dibawakan Ridho Hafiedz, Yura Yunita dan musisi Karangasem, Bali dan 'Nusa Ina' yang dinyanyikan Ridho Hafiedz, Ardhito Pramono serta musisi Ambon, Maluku.

Ello sapaan Marcello, mengaku baru pertama kali manggung dengan latar bangunan candi. Dia pun memuji kemegahan arsitektur bersejarah yang menjadi latar panggungnya hari ini.

"Baru kali ini saya tampil dengan backdrop sebagus dan semegah ini. Bangunan ini (Candi Borobudur) hanya ada di Jawa Tengah," ujar Ello usai membawakan lagu berjudul Masih Ada sambil menunjuk Candi Borobudur di Magelang, Selasa (27/9/2022).

Hal senada juga disampaikan musisi legendaris Ridho Hafiedz. Ridho mengaku tergerak untuk terlibat dalam program Nada Nusantara.

"Ini jadi wujud partisipasi saya untuk edukasi dan regenerasi musik Nusantara sehingga bisa jadi warisan bagi generasi penerus bangsa. Semoga alat musik tradisi juga bisa semakin dikenal dan masuk dalam kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah se-Indonesia," tutur Ridho.

Event Nada Nusantara Live at Borobudur ini ditutup dengan menyanyikan Indonesia Pusaka oleh seluruh pengisi acara secara bersama-sama. Di lokasi yang sama, Ketua Yayasan Atsanti, Nilo Wardhani mengatakan program ini merupakan bagian dari upaya preservasi, inspirasi, dan regenerasi budaya di Indonesia lewat seni musik.

"Pada program Nada Nusantara ini, Atsanti menggandeng beberapa musisi kontemporer untuk turut mengampanyekan penggunaan alat musik tradisi dalam karya musik mereka," ujarnya.

Yura Yunita, Ardhito Pramono hingga Ello di Aksobya Candi Borobudur, Selasa (27/9/2022).Yura Yunita, Ardhito Pramono hingga Ello di Aksobya Candi Borobudur, Selasa (27/9/2022). Foto: Eko Susanto/detikJateng

Terpisah, salah satu penonton, Ariska Rizqia Amanda (21) menyebut acara ini cukup seru. Dia terkesan karena ada pengenalan budaya dan alat musik tradisional yang dikemas apik ketika diaransemen dengan alat musik modern.

"Acaranya seru sekali dimana ini membawa beberapa musisi daerah dari beberapa daerah, dari Maluku, dari Magelang. Kemudian ada pengenalan budaya-budaya seperti tari-tarian, terus ini ada musisi-musisi dengan instrumen modern dipadukan dengan musik tradisional. Jadi ini bisa sebagai kolaborasi yang sangat sempurna," ujarnya.



Simak Video "Gaya Busana Isyana dan Yura Yunita di Panggung Joyland Festival 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/sip)