Kenapa Wong Solo Hobi Banget Ngeteh?

Bayu Ardi Isnanto - detikJateng
Sabtu, 24 Sep 2022 18:52 WIB
Segelas teh hangat di warung angkringan Solo, Sabtu (24/9/2022).
Segelas teh hangat di warung angkringan Solo, Sabtu (24/9/2022). Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikJateng
Solo -

Minum teh atau ngeteh seakan sudah menjadi kewajiban buat Wong Solo. Entah di rumah, tempat kerja, warung makan, acara kondangan, di pos ronda, ataupun di tempat nongkrong, teh adalah minuman yang harus tersaji.

Bentuk sajian teh bermacam-macam. Ada yang diseduh dalam poci, di gelas kaca, cangkir blirik, ada ees teh gelas jumbo, hingga es teh berwadah plastik.

Merek teh yang dikonsumsi pun berbeda-beda. Uniknya, rata-rata wong Solo selalu mengoplos beberapa merek teh yang berbeda, tujuannya untuk menghasilkan teh yang wangi dan kental.


Alasan teh banyak disukai, antara lain karena memiliki rasa yang nikmat dan harganya terjangkau. Namun setiap orang punya alasan tersendiri mengapa harus ngeteh.

Seperti warga di Kelurahan Mojo, Solo, Adha (20), mengatakan setiap pagi selalu menyeduh teh dalam gelas besar. Seduhan daun teh itu menghasilkan air teh yang kental yang bisa dibuat untuk sekitar 10 gelas teh.

"Biasanya pagi menyeduh teh kental, bisa untuk sehari. Karena bapak saya minumnya selalu teh, kalau saya cuma sesekali. Nanti kalau ada tamu juga bisa langsung dibuatkan teh," katanya kepada detikJateng, Sabtu (23/9/2022).

Menurutnya, membuat teh sudah bukan lagi sekadar hobi, namun suatu keharusan. Terlebih untuk urusan menjamu tamu, teh wajib tersedia di rumah.

"Setiap hari mungkin ada tamu yang datang. Yang paling umum kalau di Solo ya disuguhi teh. Kalau air putih kadang dianggap kurang menghormati, kalau sirup belum tentu tamu suka," ujar dia.

Hal serupa juga dilakukan warga Kelurahan Mangkubumen, Solo, Noor Vitriani (26) dan keluarganya. Minum teh seakan menjadi ritual yang dia lakukan setiap pagi.

"Setiap pagi ibu saya menyiapkan teh, saya selalu dibuatkan juga. Nggak tahu kenapa, ada yang kurang kalau pagi itu belum minum teh hangat. Kalau siang kerja gitu belinya es teh," ujar dia.

Minum teh juga terkadang memunculkan kebiasaan tersendiri bagi penggemarnya. Terkadang, kebiasaan minum teh sebagian orang terkesan unik.

Warga Purwosari, Solo, Joani (32), memiliki kebiasaan minum es teh plastikan atau es teh dengan wadah plastik. Bahkan ketika makan di warung, dia tetap memesan es teh plastik ketimbang es teh dalam gelas.

"Sehari saya bisa habis 10 es teh plastik. Di warung pun saya tetap pesan diplastik karena porsinya lebih banyak," kata Joani.

Beda lagi dengan warga Ceper, Klaten, Soufi Assegaf, yang selalu memesan teh adem di manapun berada. Teh adem berarti teh yang tidak hangat dan tidak dingin.

"Biar cepat bisa diminum saja. Kalau hangat kan harus nunggu dulu, tapi kalau dingin saya nggak bisa karena mudah sakit," katanya.

Bagaimana dengan detikers, apa alasan kalian menyukai teh?



Simak Video "BPOM Bicara Polemik Es Teh Indonesia, Sebut Regulasi Diatur Dinkes"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/dil)