Lirik Lagu Sepasang Mata Bola, Cocok Dinyanyikan di Panggung 17 Agustus

Tim detikJateng - detikJateng
Selasa, 16 Agu 2022 15:22 WIB
Ilustrasi not lagu
Ilustrasi lagu. Foto: Getty Images/iStockphoto/CJ_Romas
Solo -

Meski pandemi belum sepenuhnya usai, perayaan Hari Kemerdekaan pada tahun ini sudah lebih meriah dibanding dua tahun lalu. Masyarakat sudah menyiapkan berbagai acara, baik malam tirakatan maupun panggung untuk merayakan 17 Agustus.

Acara hiburan musik bisa menjadi salah satu pilihan untuk menghibur masyarakat yang datang menyaksikan panggung 17 Agustus. Meski demikian, lagu yang dibawakan sudah seharusnya sesuai dengan tema acara.

Ada banyak lagu bertema perjuangan yang bisa dipilih. Salah satunya adalah lagu-lagu ciptaan Ismail Marzuki. Selain bertema perjuangan, lagu-lagu milik Ismail Marzuki memiliki lirik yang indah.


Salah satunya adalah lagu Sepasang Mata Bola. Lagu ini bisa dinyanyikan di panggung 17 Agustus baik dengan iringan orkestra maupun keroncong. Berikut ini lirik lagunya.

Sepasang Mata Bola

Hampir malam di Jogja
Ketika keretaku tiba
Remang-remang cuaca
Terkejut aku tiba-tiba

Dua mata memandang
Seakan-akan dia berkata
Lindungi aku pahlawan
Daripada si angkara murka

Sepasang mata bola
Dari balik jendela
Datang dari Jakarta
Menuju medan perwira

Kagum 'ku melihatnya
Sinar sang perwira rela
Pergilah Pahlawanku
Jangan bimbang ragu
Bersama doaku

Dua mata memandang
Seakan-akan dia berkata
Lindungi aku pahlawan
Daripada si angkara murka

Sepasang mata bola
Dari balik jendela
Datang dari Jakarta
Menuju medan perwira

Kagum 'ku melihatnya
Sinar sang perwira rela
Hati telah terpikat
Semoga kelak kita
Berjumpa pula

Sekilas Ismail Marzuki

Ismail Marzuki merupakan komponis besar di Indonesia. Namanya pun diabadikan sebagai pusat kesenian yang diberi nama Taman Ismail Marzuki.

Dikutip dari laman resmi Kemdikbud, Ismail Marzuki lahir pada 1914 dari keluarga sederhana. Ayahnya wiraswasta kecil-kecilan di Kwitang. Sedangkan ibunya meninggal saat Ismail Marzuki lahir.

Dunia musik sudah menyelimuti hari-hari Ismail kecil. Sang ayah yang juga seorang pemain rebana yang biasa dinamakan seni berdendang.

Saat remaja, bersama teman-temannya menjadi anggota perkumpulan musik Lief Java yang sebelumnya bernama Rukun Anggawe Santoso. Dalam perkumpulan ini bakatnya berkembang dengan baik sebagai instrumentalis, penyanyi, penyair lagu dan juga mulai mengarang lagu-lagu.

Semasa hidupnya, Ismail Marzuki menghasilkan ratusan karya lagu, baik hasil ciptaannya sendiri atau lagu yang ia aransemen ulang. Beberapa diantaranya Oh Sarinah, Rayuan Pulau Kelapa, Melancong di Bali, Halo-halo Bandung, Mars Arek-arek Surabaya, Indonesia Tanah Pustaka, Gugur Bunga di Taman Bhakti, Sepasang Mata Bola, Selamat Datang Pahlawan Muda, Selendang Sutra dan sebagainya.



Simak Video "Pemprov DKI Jamin Revitalisasi TIM Tak Membuat Seniman Tergusur"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/aku)