PPKM Makin Longgar, Dalang-dalang di Boyolali Mulai Kebanjiran Job

PPKM Makin Longgar, Dalang-dalang di Boyolali Mulai Kebanjiran Job

Jarmaji - detikJateng
Jumat, 20 Mei 2022 18:00 WIB
Pertunjukan wayang kulit di Pulau Nyamuk, Desa Nyamuk, Kecamatan Karimunjawa, Jepara, Jumat (13/5/2022).
Pertunjukan wayang kulit di Pulau Nyamuk, Desa Nyamuk, Kecamatan Karimunjawa, Jepara, Jumat (13/5/2022). (Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng)
Boyolali -

Para dalang wayang kulit di Boyolali kini bisa bernafas lega. Seiring semakin dilonggarkannya kegiatan masyarakat, pagelaran wayang kini sudah semakin menggeliat.

"Iya, semua (dalang) sudah (mulai dapat job pementasan), tapi untuk berapa-berapa saya nggak tahu. Tapi sudah berjalan," kata Wakil Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Korwil Surakarta, Sri Susilo, kepada detikJateng Jumat (20/5/2022).

Dikemukakan Sri Susilo, setelah sekitar 2 tahun terpuruk akibat pembatasan kegiatan masyarakat karena pandemi COVID-19, kini seni pedalangan mulai bergairah lagi. Para dalang sudah mulai mendapatkan job manggung dari berbagai daerah.


Sri Susilo yang akrab disapa Thengkleng ini mengaku sampai saat ini sudah mendapat job sebanyak 15 tempat. Tanggapan wayang kulit itu tak hanya dari daerah Boyolali saja, tetapi juga dari berbagai daerah. Bahkan hingga Bandung, Jawa Barat.

"Saya ini job yang masuk sudah 15 (tempat). Ya sudah mulai ramai (tanggapan). Di Sragen, Bandung, Purwodadi, Karanganyar, Demak dan daerah lainnya," jelas dalang asal Desa Ketitang, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali ini.

Hal senada disampaikan dalang lainnya, Gondho Wartoyo. Dalang dari Desa Tegalgiri, Kecamatan Nogosari ini juga mengaku saat ini sudah mulai ramai tanggapan pagelaran wayang kulit dari masyarakat.

"Habis Lebaran ini mulai dibanjiri job-job pagelaran wayang kulit," kata Wartoyo.

Sampai saat ini, dirinya sudah menerima job pentas wayang kulit di 23 tempat. Tanggapan juga dari berbagai daerah. Selain dari Boyolali sendiri, juga dari Grobogan, Semarang, Sragen, Sukoharjo, Karanganyar, Demak dan daerah lainnya.

Dikemukakan dia, selama sekitar 2 tahun di masa pandemi COVID-19, pelaku seni khususnya pedalangan vakum dan tidak dapat menghibur masyarakat. Pihaknya pun mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas adanya pelonggaran-pelonggaran kegiatan masyarakat ini.

"Kami ucapkan terima kasih kepada pemerintah. Jadi selama ada kelonggaran ini, para seniman mulai kebanjiran job dari masyarakat. Mereka juga rindu dengan pentas seni," kata Wartoyo.



Simak Video "Berkunjung ke Ekowisata Taman Air Boyolali "
[Gambas:Video 20detik]
(aku/ahr)