BMB Akhirnya Pentas Langsung Setelah 2 Tahun Daring Gegara Pandemi

Ari Purnomo - detikJateng
Sabtu, 22 Jan 2022 09:39 WIB
Diskusi di Bukan Musik Biasa yang digelar secara langsung atau tatap muka, Jumat (21/1/2022)
Diskusi di Bukan Musik Biasa yang digelar secara langsung atau tatap muka, Jumat (21/1/2022). (Foto: Ari Purnomo/detikJateng)
Solo -

Dua tahun digelar daring, diskusi dan mini konser Bukan Musik Biasa (BMB) kembali digelar secara langsung di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT). Penampilan pertama secara langsung ini dimeriahkan beberapa nama di antaranya Gondrong Gunarto, Satwika dan juga Sanggar seni Adiboday dari Bangkalan Madura.

Pelaksana sekaligus peserta BMB Gondrong Gunarto menyampaikan, BMB merupakan tampilan musik dan diskusi yang rutin digelar setiap dua bulan sekali. Hanya saja, sejak pandemi COVID-19 kegiatan ini tidak bisa diadakan secara live lantaran adanya pembatasan kegiatan dan mencegah adanya kerumunan.

"Acara ini sudah berjalan selama 14 tahun dan diadakan setiap dua bulan sekali, akan tetapi dua tahun terakhir kami mengadakannya secara daring," ungkapnya kepada detikJateng, Jumat (21/1/2022) malam.

Gondrong menambahkan, pelaksanaan secara daring ini terpaksa dilakukan lantaran adanya pandemi. Harapannya, agar BMB tidak begitu saja hilang dengan adanya COVID-19.

"Kalau live melibatkan banyak orang agak rekasa (susah) tapi asyik. Kemudian ketika daring, pakai video streaming secara teknis gampang tapi kayak tidak ada ruhnya. Saya ingin kegiatan ini bisa tetap bertahan agar tidak padam," urainya.

Gondrong juga menyampaikan, BMB yang diadakan secara daring dilakukan dengan cara peserta atau komposer mengirimkan video karyanya. Kemudian karya itu dibedah melalui zoom dan streaming di Youtube.

"Dengan penampilan secara langsung ini kita tidak mengubah (konsepnya), yang pertama pasti ada kendala mengenai protokoler," papar Gondrong.

Untuk penampilan pertama secara langsung kali ini BMB menampilkan tiga peserta yakni Satwika, Adiboday dari Bangkalan Madura dan Gondrong Gunarto yang menampilkan karya berjudul Pandemiusik.

(aku/mbr)