Kaya Kosakata, Ini Aneka Istilah Bahasa Jawa untuk Peristiwa 'Jatuh'

Jauh Hari Wawan S. - detikJateng
Senin, 17 Jan 2022 14:58 WIB
Seseorang terjatuh saat bersepeda
Ilustrasi jatuh (Foto: Thinkstock)
Sleman -

Bahasa Jawa punya kosa kata yang sangat kaya. Untuk menggambarkan satu peristiwa bisa menggunakan istilah yang sangat spesifik.

Salah satunya pilihan kata untuk menggambarkan peristiwa 'jatuh'. Dalam Bahasa Indonesia jatuh hanya diartikan jatuh saja, jika ingin mendetailkan peristiwa jatuh biasanya ditambahi sesuai peristiwa seperti jatuh tersungkur, jatuh terpeleset dan lain sebagainya.

Namun, bahasa Jawa punya banyak pilihan kata sesuai dengan karakter jatuhnya. Beda posisi jatuh bisa jadi beda juga cara penyebutannya. Kok bisa?

Ahli linguistik Sastra Nusantara Universitas Gadjah Mada, Daru Winarti, mengatakan jatuh dalam Bahasa Jawa umumnya disebut 'tiba' (dibaca: tibo). Namun, ada beberapa faktor yang membuat diksi tiba menjadi beragam.

"Pertama itu ada banyak faktor, bisa variasi bahasa karena faktor daerah misalnya. Biasanya disebut dialek, kemudian ada faktor sosial yang juga disebut dialek hanya saja di sosial itu kita menemukan seperti tingkat tutur seperti tiba kan ada dhawah. Seperti ceblok itu mungkin bukan dari Yogya tapi dari daerah lain padahal itu maknanya juga jatuh," kata Daru kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut variasi bahasa yang digunakan penutur Bahasa Jawa untuk mendeskripsikan posisi jatuh.

1. Kesandhung

Terjatuh karena kaki bagian bawah atau ujung kaki terhambat oleh benda timbul pada permukaan rata atau mendekati datar. Benda ini dapat berupa benda keras atau benda yang melekat permukaan permukaan sekitarnya. Pada umumnya posisi tubuh terjatuh ke arah depan.

2. Kesrimpet

Tubuh yang terjatuh diakibatkan kaki bagian bawah tersangkut oleh benda umumnya benda lentur namun bersifat lebar atau panjang, misal tali atau kain. Kesrimpet berasal dari kata dasar srimpet, ketika memiliki awalan ke- maka mengartikan bahwa kejadian yang tidak disengaja.

3. Kejiret

Seperti halnya kesrimpet, kejiret adalah terjatuh akibat oleh benda lentur umumnya oleh tali. Namun yang membedakan dengan kesrimpet adalah tali yang menyebabkan terjatuh membentuk ikatan pada kaki.

4. Kejeglong

Terjatuh akibat terperosok lubang pada permukaan yang seolah-olah tidak berlubang karena tertutup sebuah benda lain. Kejeglong pada umumnya pelaku tidak menyadari bahwa ada bagian permukaan yang lebih rendah dari permukaan lainnya, termasuk pula pada tangga.

5. Kepleset

Terjatuh akibat menginjak benda atau permukaan yang licin. Umumnya posisi jatuhnya bisa ke depan maupun ke belakang.

Selengkapnya di halaman berikut....