Siap-siap! Bayar Parkir di Solo Mulai Pakai QRIS

Siap-siap! Bayar Parkir di Solo Mulai Pakai QRIS

Tara Wahyu NV - detikJateng
Jumat, 18 Sep 2026 11:46 WIB
Ilustrasi - Juru parkir yang bertugas di Jalan Lingkar Selatan, Mapak Indah, Sekarbela, Kota Mataram, NTB. (Foto: Nathea Citra/detikBali)
Ilustrasi Juru parkir. (Foto: Nathea Citra/detikBali)
Solo -

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mulai menerapkan sistem pembayaran parkir secara digital menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Kebijakan tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi kebocoran pendapatan sekaligus mencegah adanya pungutan liar (pungli) oleh juru parkir (jukir).

Wali Kota Solo Respati Ardi menjelaskan alasan penggunakan QRIS untuk pembayaran parkir.

"Karena permintaan masyarakat yang sudah sangat-sangat tinggi dan mengurangi kebocoran, dan memastikan masyarakat terlayani dengan baik. Karena Solo ini sudah kota cashless," kata Respati ditemui di Kantor Dinas Perhubungan Kota Solo, Jumat (18/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Respati mengatakan digitalisasi pembayaran parkir menjadi tantangan bersama, khususnya untuk memastikan masyarakat tidak dikenai tarif melebihi ketentuan. Dengan menggunakan QRIS, jukir tidak perlu mencari kembalian.

"Ini jadi tantangan bersama memastikan tidak ada pungli melebihi tarif. Jadi kalau dengan adanya digitalisasi tidak ada lagi tidak disusui atau tidak ada kembalian, tetapi angkanya bisa fix," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, sistem tersebut juga membuat aliran uang parkir lebih mudah diketahui. Sesuai ketentuan yang berlaku, pendapatan parkir dibagi antara pengelola dan Pemkot Solo.

"Menurut peraturan 60% ke pengelola, 40% ke pemerintah kota. Ini untuk semuanya, yang dibayarkan jika teman-teman membayar parkir, itu 60% masuk ke pengelola, 40% masuk ke pemerintah kota," jelasnya.

Dia menyebut mekanisme pembagian tersebut nantinya dilakukan secara otomatis melalui sistem pembayaran. "Jadi ada split di situ. Pokoknya kita mendapatkan 40%, pengelola 60%," katanya.

Respati menegaskan penerapan pembayaran digital tidak menghapus pembayaran menggunakan uang tunai. Masyarakat masih diperbolehkan membayar parkir secara tunai.

"Masih bisa tunai, tapi ada opsi pembayaran ini. Ini karena pelan, jika kita langsung 100% kita rubah ke digitalisasi, kebiasaan masyarakat masih ada yang masih pengin menggunakan uang kertas," tuturnya.

Dia mengatakan penerapan digitalisasi akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahap awal, sistem tersebut mulai diterapkan di sejumlah ruas jalan protokol utama.

"Targetnya secepatnya. Tahun depan sudah bisa semuanya. Tahun ini makanya kita mulai dulu di area-area jalan protokol utama," katanya.

Respati mengatakan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) akan terus melakukan sosialisasi kepada para jukir terkait sistem pembayaran baru tersebut.

"Kalau tadi disampaikan jukir bingung, nanti dari petugas Dishub itu akan sosialisasi terus-menerus, mengajarkan terus-menerus," ujarnya

Pemkot Solo juga menyiapkan pengawasan terhadap penerapan digitalisasi parkir. Jika masih ditemukan jukir yang melakukan pelanggaran, akan dilakukan pembinaan hingga pemberian sanksi.

"Jika memang masih ada, emang ada, nanti langsung ada pembinaan dari Satgas," ujar Respati.

Dia mengatakan Pemkot Solo telah membentuk Satgas Antipungli yang melibatkan sejumlah unsur, mulai dari TNI, Polri hingga Satpol PP.

"Jika ada yang merasa terganggu adanya jukir ini, silakan hubungi hotline dan kami pasti akan menindaklanjuti dengan sanksi yang tegas," pungkasnya.

Sementara itu, salah satu Petugas Parkir, Faris Taufan mengaku sebelumnya ada warga yang menanyakan pembayaran menggunakan QRIS, tetapi saat itu fasilitas tersebut belum tersedia. Kini, dirinya sudah mendapatkan alat sekaligus penjelasan mengenai cara penggunaannya.

"Baru ini (menggunakan QRIS). Kadang pernah itu 'Ada QRIS, Pak?' gitu. 'Belum punya'. Nah terus sekarang kan sudah dikasih tahu, ini dikasih alatnya ini, sama dikasih tahu caranya, sudah tahu, ya sudah bisa," ujarnya.

Faris yang telah menjadi juru parkir sejak 2019 berharap keberadaan fasilitas tersebut membuat proses pembayaran parkir semakin mudah bagi masyarakat.

"Ya parkirnya lebih mudah, lebih enak. Misalnya kalau yang parkir pakai QRIS ya sudah ada alatnya. Jadi parkirnya lebih enak, lebih enjoy," tuturnya.

Meski demikian, Faris menyebut persoalan uang kembalian selama ini bukan menjadi kendala berarti. Ia mengatakan kembalian biasanya tersedia sesuai dengan tarif parkir.

"Jarang sih (kesulitan mencari kembalian). Kembalian selalu ada sesuai tarif parkir," pungkasnya.



(aku/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads