Pusat Grosir Solo (PGS) tutup permanen karena pailit. Sejumlah pedagang tampak berkemas untuk pindah ke lokasi yang baru, yakni Benteng Trade Center (BTC) dan Pasar Klewer.
Diketahui, PGS resmi tutup pada Senin (3/8) lalu. Pantauan detikJateng hari ini, para pedagang tengah mengemasi pakaian dagangan dan manekin. Suasana PGS tampak sunyi. Toko-toko dari lantai dasar hingga paling atas sudah tertutup rapat.
Di depan PGS juga terpampang pemberitahuan bahwa salah satu pusat perbelanjaan di Kota Solo itu dalam keadaan pailit. Pemberitahuan itu berdasarkan putusan momor: 6/Pdt.Sus-PKPU/2025/PN.Niaga.Smg. di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang tertanggal 9 Februari 2026.
Salah satu pegawai toko pakaian, Eni (40) mengaku sedih harus pindah ke tempat yang baru. Dia sudah 13 tahun bekerja di PGS.
"Sedih banget Mbak, kita kan karyawan ya Mbak. Jadi bingung juga kan, pastinya kita kan pindah toko, tokonya lebih kecil," kata dia kepada detikJateng sembari berkaca-kaca, Rabu (5/8/2026).
Ia mengatakan, rencananya akan pindah ke Benteng Trade Center (BTC) yang berada di sebelah PGS. Eni menyebut lokasi yang baru tidak sebesar yang ada di PGS. Dia khawatir bila terjadi PHK di tempat kerjanya.
"Terus jadi ada kemungkinan pengurangan tenaga. Banyak juga karyawan lainnya yang kehilangan pekerjaan, rencana pindah ke BTC tapi lebih kecil," ungkapnya.
Eni menyebut bahwa penutupan PGS secara permanen sejak Senin (3/8/2026) kemarin. Sebelum ditutup, ia mengaku sudah mendapat pemberitahuan sejak lama.
"Mulai tutup tanggal 3 Agustus kemarin, Sebelumnya itu (info rencana penutupan) akhir 2025. Terus diperpanjang lagi. Awalnya itu sewanya naik, naiknya tinggi banget. Terus dapat info kalau mau tutup satu bulan yang lalu," bebernya.
Salah satu pedagang baju koko, Maria (50) juga telah menggantungkan hidupnya di PGS selama tujuh tahun. Ia mengaku diberi waktu satu minggu untuk membereskan barang dagangannya sebelum benar-benar angkat kaki pada Jumat mendatang.
"Masih ada patung-patung sama baju-baju di dalam. Rasanya sedih lah, kita cari makannya di sini. Campur aduk perasaannya," ujar Maria saat ditemui di lokasi.
Selama tujuh tahun bekerja di PGS, Maria mengaku memiliki banyak kenangan, baik suka maupun duka.
"Ya kenangan sama teman-teman, canda tawa gitu, banyak kenangan senang maupun sedihnya," ucapnya.
Maria menceritakan bahwa kondisi PGS mulai merosot tajam sejak muncul isu bahwa pusat grosir tersebut akan ditutup. Isu itu mulai berembus sekitar sebulan lalu.
"Sejak diisukan tutup itu menurun drastis. Omzetnya anjlok. Pengunjung bilang 'eh PGS-nya tutup', jadinya mereka nggak ke sini," keluhnya.
Menurut Maria, lokasi PGS sebenarnya sangat strategis dan nyaman bagi pengunjung karena langit-langitnya yang tinggi dan tidak pengap.
"Di sini kan atapnya aja sudah tinggi, nggak terlalu sumpek gitu. Kalau tempat lain kan jalannya juga kecil, sempit, kan juga mengurangi daya orang lewat itu," bebernya.
Rencananya, usaha tempat Maria bekerja akan berpindah lokasi ke kawasan Pasar Klewer dan Kauman. Meski sudah ada tempat baru, Maria tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya. Ia merasa tempat barunya nanti lebih sempit dibandingkan kiosnya di PGS.
"Kayaknya lebih kecil daripada sini. Di sini kan atapnya tinggi, nggak sumpek," tuturnya.
Maria juga mengaku khawatir bakal kehilangan pelanggan.
"Pasti ada kekhawatiran, pelanggan kan cari yang lebih dekat dan mudah dijangkau. Tapi ya sudah ada beberapa pelanggan yang tanya-tanya pindah ke mana," pungkasnya.
Simak Video "Mencari Oleh-oleh Khas di Pasar Triwindu Solo "
(dil/ahr)