1 Dolar AS Berapa Rupiah Hari Ini? Cek Konversinya ke Dolar Singapura!

Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy - detikJateng
Rabu, 08 Apr 2026 11:00 WIB
Ilustrasi rupiah dan dolar AS (Foto: Ari Saputra)
Solo -

Kondisi pasar keuangan domestik tengah berada dalam tekanan hebat seiring kabar mata uang Garuda yang terus mengalami depresiasi terhadap greenback. Pertanyaan mengenai 1 dolar AS berapa rupiah hari ini menjadi topik yang sangat krusial, mengingat nilai tukar baru saja menembus rekor terendah sepanjang sejarah pada perdagangan pekan ini. Berdasarkan pantauan data ekonomi terbaru, pelemahan ini dipicu oleh indeks dolar yang kian perkasa di tengah ketidakpastian kondisi politik dan keamanan global.

Bagi para pelaku usaha, investor, maupun masyarakat umum, sangat disarankan untuk segera cek kursnya secara berkala guna mengantisipasi perubahan harga barang impor dan biaya logistik. Pada perdagangan yang berlangsung hari ini, Rabu, 8 April 2026, rupiah terus tergerus hingga menyentuh level psikologis baru yang memaksa bank sentral untuk meningkatkan kewaspadaan di pasar valuta asing.

Tekanan berat yang menyebabkan 1 dolar AS berapa rupiah terus merangkak naik ini dipengaruhi oleh kombinasi sentimen negatif dari luar negeri dan tantangan fiskal di dalam negeri. Di tingkat global, penguatan dolar didorong oleh aliran modal keluar dari negara berkembang menuju aset-aset aman, sementara dari dalam negeri, pasar tengah mencermati daya tahan anggaran negara terhadap lonjakan harga komoditas dunia.

Jadi, 1 dolar AS berapa rupiah hari ini? Temukan konversi kursnya dalam uraian berikut!

Berapa Rupiah 1 Dolar AS Hari Ini?

Dilansir laman resmi Bank Indonesia (BI) pada pukul 10.00 WIB, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menunjukkan nilai tukar Dolar AS berada di angka Rp 17.006,54 untuk kurs beli dan Rp 17.177,46 untuk kurs jual. Angka ini mencerminkan posisi rupiah yang masih tertahan di level yang cukup tinggi dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

Sementara itu, menurut data Trading Economics, nilai tukar rupiah di pasar spot sempat meluncur ke rekor terendah di kisaran Rp 17.080 per dolar pada Selasa kemarin. Laporan terbaru menunjukkan bahwa secara historis, USD/IDR telah mencapai titik tertinggi sepanjang masa (all-time high) di angka 17.114 pada April 2026 ini. Hal ini mencerminkan pelemahan rupiah sebesar 0,89% dalam sebulan terakhir, sebuah tren yang terus dipantau ketat oleh para pelaku pasar modal dan otoritas moneter.

Berapa Rupiah 1 Dolar Singapura Hari Ini?

Tidak hanya terhadap dolar AS, rupiah juga terpantau melemah terhadap mata uang negara tetangga. Dilansir laman Bloomberg pada pukul 10.00 WIB, nilai tukar Dolar Singapura (SGD) terhadap Rupiah tercatat berada di posisi Rp 13.333,23 pada pasar spot. Sementara itu, menurut laman Bank Indonesia, kurs jual untuk 1 Dolar Singapura dipatok setara dengan Rp 13.370,79.

Posisi ini menunjukkan bahwa penguatan mata uang asing terjadi secara merata di kawasan regional. Singapura sebagai pusat keuangan Asia Tenggara turut merasakan dampak penguatan dolar global, yang secara tidak langsung membuat nilai tukar SGD terhadap IDR ikut merangkak naik dan memberikan tekanan tambahan bagi para importir yang melakukan transaksi dengan mata uang tersebut.

Mengapa Rupiah Melemah?

Dikutip dari Trading Economics, pelemahan Rupiah hingga menembus angka Rp 17.000 disebabkan oleh beberapa faktor krusial yang saling berkaitan:

  1. Ketegangan Geopolitik: Eskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk peringatan keras dari Presiden Trump terhadap Iran, memicu investor global untuk beralih ke aset aman (safe haven) seperti dolar AS.
  2. Kebijakan Suku Bunga AS: Adanya taruhan besar dari pelaku pasar bahwa US Fed akan menahan suku bunga tetap tinggi pada bulan ini memberikan tenaga tambahan bagi penguatan greenback.
  3. Kondisi Fiskal Domestik: Lonjakan harga minyak dunia yang diasumsikan mencapai USD 100 per barel membebani anggaran subsidi BBM. Hal ini berdampak pada kekhawatiran inflasi dan tekanan fiskal terhadap program-produk unggulan.
  4. Penyempitan Surplus Perdagangan: Data menunjukkan surplus perdagangan Indonesia menyempit akibat ekspor yang melambat dan impor yang meningkat, ditambah dengan cadangan devisa yang turun ke level terendah dalam tiga bulan terakhir.

Meskipun nilai tukar rupiah masih dibayangi oleh ketidakpastian global dan tekanan fiskal, langkah intervensi Bank Indonesia di pasar valas diharapkan mampu meredam volatilitas yang berlebihan. Bagi masyarakat dan pelaku usaha, penting untuk tetap memantau pergerakan kurs secara aktual dan menyusun strategi finansial yang lebih hati-hati di tengah kondisi ekonomi yang dinamis ini.

Demikian informasi ringkas seputar nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Semoga bermanfaat!

Artikel ini ditulis oleh Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom



Simak Video "Siap-siap "War" Tiket Indonesia Vs Argentina Segera Dimulai"

(num/afn)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork