- Awal Mula Emas Naik
- Penyebab Utama Emas Melambung Tinggi 1. Aset Safe-Haven yang 'Tidak Berisiko' 2. Tensi Geopolitik Belum Mereda 3. Kebijakan Bank Sentral Memborong Emas
- FAQ tentang Harga Emas 1. Apakah ada kemungkinan harga emas turun? 2. Kenapa harga emas bisa naik terus? 3. Berapa harga emas hari ini?
Harga emas terus mengalami kenaikan selama beberapa bulan terakhir. Hari demi hari, rekor harga tertinggi sepanjang sejarah terus dipecahkan logam mulia satu ini. Pertanyaannya, apa yang menyebabkan emas naik terus?
Dilansir laman resmi Aneka Tambang (Antam), 1 gram emas tanggal 29 Januari 2026 menyentuh angka Rp 3.168.000, tertinggi sepanjang sejarah. Nominal tersebut menunjukkan penguatan harga sebesar Rp 165.000 dibanding kemarin di level Rp 3.003.000.
Bukan hanya di Indonesia saja, harga emas juga melejit pesat di dunia internasional. Penelusuran detikJateng di laman World Gold Council, 1 gram emas dibanderol 177.30 dollar AS berdasar pembaruan terakhir pukul 17.00 WIB tanggal 29 Januari 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apabila dikonversi ke kurs rupiah hari ini di level 16.782, maka 1 gram emas dunia dipatok Rp 2.98 juta atau tepatnya, Rp 2.975.448,60. Angka tersebut menunjukkan peningkatan harga pesat. Sebagai informasi, pada 2023 lalu, harga 1 gramnya bahkan tidak menyentuh 75 dollar AS.
Tentunya, emas naik bukan tanpa sebab. Ada alasan fundamental yang mendasari pergerakan harga gila-gilaan ini. Penasaran? Simak penyebab utama harga emas melambung tinggi melalui uraian berikut.
Poin Utamanya:
- Kenaikan beruntun emas dimulai sejak pecahnya perang Rusia-Ukraina pada tahun 2022 lalu.
- Penyebab harga emas naik di antaranya adalah tensi geopolitik memanas, aksi borong dari bank sentral, dan peran emas sebagai safe haven.
- Per hari ini, satu gram emas sudah mencapai Rp 3.168.000 menurut data Antam.
Awal Mula Emas Naik
Meroketnya harga emas bukanlah disebabkan faktor single, melainkan kombinasi beberapa hal yang melahirkan efek domino. Menurut Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, biang keroknya adalah kondisi geopolitik dunia yang terus memanas.
Semua bermula ketika perang Rusia-Ukraina meletus pada 2022 lalu. Mulanya, devisa Rusia masih disimpan dalam bentuk valuta asing di negara barat, tetapi diblokir. Karena itu, Negeri Beruang Merah mencari alternatif yang lebih aman, yakni emas.
"Rusia merasa kesulitan karena reserve mereka ditahan, sehingga akhirnya mereka beralih kepada cari reserve yang lain, yang lebih aman, yaitu emas," ujar Mendagri Tito dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi, Selasa (27/1/2026), dikutip dari detikFinance.
Metode Rusia memilih emas sebagai safe haven turut diikuti negara-negara lain. Hasilnya, periode pembelian besar-besaran emas dimulai di India dan China. Sesuai mekanisme pasar, saat permintaan meningkat, tetapi supply tidak berbeda jauh, harga bakal melonjak.
"China, India, dan beberapa negara lainnya yang mereka hubungannya kurang baik dengan AS. Kalau negara besar lakukan pembelian emas, bahkan China juga beli tambang emasnya. Nah, itu yang membuat harga emas meningkat tajam di tingkat dunia, dan itu dampaknya ke seluruh dunia, karena ini adalah komoditas global. Ini membuat terjadinya kenaikan yang tidak terlihat nyata orang terjadi ramai-ramai cari emas, gold rush. Banyak pembelian emas terjadi. Ini yang buat inflasi tertingginya itu emas," lanjut Mendagri Tito.
Penyebab Utama Emas Melambung Tinggi
Sebagaimana telah disinggung di atas, sejumlah faktor turut berkontribusi membuat harga emas melonjak. Di antaranya:
1. Aset Safe-Haven yang 'Tidak Berisiko'
Terlepas dari ketel geopolitik yang telah mendidih berkali-kali, emas memang merupakan aset penyimpan nilai paling aman ketimbang uang fiat. Karenanya, dalam kondisi ketidakpastian global dan ekonomi yang berantakan, banyak orang beralih ke emas.
The Economic Times mencatat, emas sudah naik lebih dari 25% tahun ini. Persentase tersebut diperkirakan akan terus merangsek naik. Sebagai pembanding, tahun lalu, harga emas memanas hingga naik 64%.
Peran emas sebagai aset aman penyimpan nilai telah diembannya sejak ribuan tahun silam dan bakal berlanjut terus. Permulaannya terjadi pada masa Kerajaan Lydia mencetak koin emas, sekitar abad keenam sebelum Masehi.
2. Tensi Geopolitik Belum Mereda
Dilansir Forbes, situasi geopolitik yang tak kunjung mereda disebut para analis sebagai salah satu penyebab kenaikan harga emas, begitu juga perak. Belum genap Januari 2026 tuntas, sudah ada peristiwa 'penculikan' Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh AS, protes besar di Iran, dan rencana 'pencaplokan' Greenland.
Kebijakan Trump yang memainkan tarif impor ke AS juga memegang peranan penting. Presiden yang memasuki masa jabatan keduanya itu diketahui mengancam Kanada dengan kenaikan tarif tambahan karena negara tersebut menjalin kesepakatan dagang dengan China.
"China akan melahap Kanada hidup-hidup, benar-benar menghancurkannya, termasuk menghancurkan bisnis mereka, tatanan sosial, dan cara hidup mereka secara umum," ujar Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.
Bukan hanya Kanada, Aljazeera melaporkan Trump mengancam bakal mengenakan tarif 200 persen untuk anggur dan sampanye Prancis. Langkah ini diperkirakan bertujuan menekan Prancis agar bergabung ke Dewan Perdamaian bentukan Trump.
3. Kebijakan Bank Sentral Memborong Emas
Menurut JP Morgan Global Research, pembeli utama emas yang turut berkontribusi mendorong kenaikan harga logam satu ini adalah bank sentral. Diperkirakan, tahun ini, bank sentral bakal memboyong 755 ton emas.
"Sekitar 755 ton pembelian oleh bank sentral diperkirakan akan terjadi pada tahun 2026-sedikit lebih rendah dari puncak tiga tahun terakhir yang mencapai lebih dari 1.000 ton, tetapi masih tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata sebelum tahun 2022, yang mendekati 400-0500 ton," bunyi keterangan di laman itu, dikutip pada Kamis (29/1/2026).
Tidak tanggung-tanggung, kepemilikan emas bank sentral mencapai kurang lebih 36 ribu ton. Itu artinya, hampir 20% dari cadangan resmi emas. Persentase ini menunjukkan lonjakan sekitar 15% dibanding jumlah pada akhir 2023 lalu.
Demikian pembahasan ringkas mengenai penyebab harga emas melambung tinggi. Semoga bermanfaat!
FAQ tentang Harga Emas
1. Apakah ada kemungkinan harga emas turun?
Harga emas mungkin-mungkin saja terkoreksi. Momentumnya adalah saat puncak krisis sehingga orang membutuhkan uang tunai. Alhasil, emas ramai-ramai dijual.
2. Kenapa harga emas bisa naik terus?
Karena emas dianggap aset aman saat ekonomi tidak pasti sehingga permintaannya naik. Terlebih dalam kondisi geopolitik dunia yang tak kunjung mereda.
3. Berapa harga emas hari ini?
Antam mencatatkan harga 3.168.000 per gram. Sementara itu, data World Gold Council menyebut angka Rp 2.975.448 per gram. Data ini untuk tanggal 29 Januari 2026.
