Alun-alun Kembang Joyo Pati Bakal Jadi Area Car Free Day

Alun-alun Kembang Joyo Pati Bakal Jadi Area Car Free Day

Dian Utoro Aji - detikJateng
Selasa, 31 Mar 2026 20:54 WIB
Kondisi Alun-alun Kembang Joyo Pati, Selasa (31/3/2026).
Kondisi Alun-alun Kembang Joyo Pati, Selasa (31/3/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng
Pati -

Pusat kuliner dan pedagang kaki lima (PKL) di Alun-alun Kembang Joyo Pati kini sepi lantaran ditinggalkan para PKL. Untuk menghidupkan kembali, Pemkab Pati akan menggelar kegiatan car free day (CFD) tiap hari Minggu kedua dan keempat di alun-alun tersebut.

Pantauan detikJateng sore tadi, hanya ada beberapa PKL yang masih bertahan membuka lapak di Alun-alun Kembang Joyo Pati. Mereka terdiri dari PKL kuliner makanan dan penyewaan mainan anak-anak.

Banyak tempat jualan yang ditinggalkan pedagang, menyisakan gerobak, meja kursi, dan spanduk yang tampak usang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ketua Paguyuban PKL Alun-alun Kembang Joyo Pati, Tukul, kondisi ini karena Pemkab Pati tidak tegas menegakkan Perda terkait larangan berjualan di Alun-alun Simpang 5 Pati.

Dia lalu menyinggung soal beberapa PKL sempat diizinkan berjualan di Alun-alun Simpang 5 Pati saat hari libur Nyepi dan lebaran, meski setelah itu dilarang.

ADVERTISEMENT

"Keluh kesah PKL di sini memang kebijakan pemerintah daerah untuk tempat relokasi kurang optimal kan, seolah-olah setengah-setengah, karena membuat aturan dilanggar sendiri. Menjadi kecewa rekan di Kembang Joyo," kata Tukul saat ditemui di lokasi, Selasa (31/3/2026).

Kondisi Alun-alun Kembang Joyo Pati, Selasa (31/3/2026).Kondisi Alun-alun Kembang Joyo Pati, Selasa (31/3/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng

"Selama perda maupun penanganan relokasi di Alun-alun Kembang Joyo tidak tegas, kasihan rekan-rekan yang taat atas perda PKL," sambungnya.

Dia bilang, dari 490 PKL, kini hanya tinggal 25 PKL yang masih bertahan di Alun-alun Kembang Joyo.

"Sekarang ada 25 PKL semula ada 490 PKL. Itu pun sulit, ditambah cuaca penghujan banyak yang enggan datang ke sini. Karena kondisi Alun-alun Kembang Joyo ini banyak tergenang air," ujar dia.

Tukul mengatakan, Alun-alun Kembang Joyo sempat ramai setelah diresmikan pada tahun 2021. Namun lokasi tersebut mulai ditinggalkan pengunjung karena sering banjir tiap hujan.

"Kalau malam juga agak kurang (terang). Mohon penerangan lokasi ini. Kemudian lokasi sebesar ini drainase tidak ada. Kalau hujan tergenang, masyarakat mau ke sini malas," ucap dia.

Alhasil, lambat laun para PKL pergi meninggalkan Alun-alun Kembang Joyo Pati.

"Lapak yang kosong, mereka berjualan di tempat lain, ada juga yang sementara buka di rumah. Karena berjualan masakan butuh modal, kalau nggak laku nambah modal lagi," ungkap dia.

Tukul menyewakan permainan motor-motoran dan mobil-mobilan di Alun-alun Kembang Joyo. Dia mengaku penghasilannya kini hanya sekitar Rp 100 ribu per hari.

"Tiap hari masih buka. Sehari Rp 100 ribu, itu 10 orang menyewa ke sini. Waktu ramai bisa Rp 900 ribu, itu setahun awal-awal tahun 2021," ungkap dia.

Pedagang lain, Amin, juga menyebut Alun-alun Kembang Joyo kini sepi pengunjung. Dia berharap pemerintah menata lagi Alun-alun Kembang Joyo.

"Harapannya agar bisa ditata lagi dan meningkatkan perekonomian PKL yang ada di sini," harap dia.

Sementara itu Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan akan menggelar kegiatan car free day (CFD) setiap hari minggu kedua dan keempat di Alun-alun Kembang Joyo.

"Untuk CFD minggu genap di Alun-alun Kembang Joyo akan mulai kita laksanakan setelah lebaran dalam rangka upaya meramaikan tempat ini," kata Chandra dalam keterangan tertulis.

Chandra berjanji akan melakukan perbaikan fasilitas di Alun-alun Kembang Joyo Pati.

"Jadi juga untuk perbaikan maupun penambahan fasilitas akan kita lakukan setelah lebaran ini," jelasnya.



(dil/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads