Untuk pertama kalinya event nasional Semarak Jejaring Kabupaten/Kota (JejaKK) Kreatif Indonesia digelar dan Kota Lama Semarang. Selain menyajikan potensi wisata kreatif di Indonesia, dalam acara ini juga disediakan pendampingan pengurusan izin terkait wisata.
Dalam event tersebut ada produk UMKM unggulan yang dihadirkan dari 109 Kabupaten Kota di seluruh Indonesia yang sudah tergabung dalam ekosistem kabupaten/kota kreatif Indonesia. Acaranya dibuka pada Jumat (19/5) malam dan berlangsung sampai Minggu (21/5) besok.
Ada lima zona selama event yaitu zona 1 di Gedung Odetrap untuk lokasi Intimated Meeting, kemudian zona 2 di sekitar Taman Srigunting untuk tenda Kabupaten/Kota, zona 3 di gedung Creative HUB untuk choacing clinic dan live cooking. Zona 4 di Taman Garuda untuk pusat kuliner serta bazar. Zona 5 di depan Taman Srigunting untuk panggung utama.
Nah, di zona 1 di gedung Odetrap, ada stand Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) yang bisa membantu pengurusan izin berkaitan dengan kegiatan wisata yaitu Nomor Izin Berusaha (NIB), Pangandaran Industri Rumah Tangga (PIRT), Halal, dan SNI Bina UMK di wilayah binaan BOB di Jateng dan DIY. Pengunjung cukup datang ke stand tersebut dan bertanya pada petugas yang berjaga, disiapkan juga sofa untuk kenyamanan pengunjung saat ingin mengurus izin.
Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan BPOB, Bisma Jatmika mengatakan BOB berkolaborasi dengan Garda Transfumi (Transformasi Formal Usaha Mikro) untuk membentuk PIC untuk memberikan pelatihan khusus sehingga bisa membantu dan membina pelaku UMKM di desa agar mendapatkan NIB.
"Kami juga buka konsultasi perizinan usaha mikro di sini. Akan dampingi," kata Bisma di Kota Lama Semarang, Sabtu (20/5/2023).
Ia menjelaskan BPOB juga telah memfasilitasi sebanyak 1.039 NIB pada tahun 2022. Sementara target tahun 2023 sebanyak 1.250 pelaku usaha yang diharapkan bisa mendapatkan Legalitas usaha dan ijin edar. Dengan rincian target 500 NIB, 300 PIRT, 350 Halal, dan 100 SNI Bina UMK.
"Kita ada proyek di Purworejo. Masyarakat di sana kita berikan pelatihan dan hospitality 20 orang. Berharap bisa berikan peluang kerja. Karena di sektor pariwisata perlu sertifikasi profesi," ujarnya.
Selengkapnya baca di halaman selanjutnya....
(apl/dil)