Seorang petani rumput laut di Pulau Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mengaku gagal panen karena diduga terdampak limbah dari tambak udang.
Dia adalah Surokim, warga Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa. Surokim mengaku sudah membudidayakan rumput laut sejak tahun 1997. Area budi daya rumput lautnya seluas 12 x 100 meter dan kini dia memastikan bakal gagal panen.
"Memang kalau ini masalah limbah memang dari tambak, kalau (dampak dari) alam tidak begini. Kalau (faktor risiko dari) alam kita sudah tahu, kita main rumput laut tidak hanya setahun dua tahun," kata Surokim kepada wartawan di laut Kemujan, Karimunjawa, Minggu (7/5/2023).
"Mulai adanya tambak, parah-parahnya tahun 2020 sampai sekarang," dia melanjutkan.
Surokim mengatakan budi daya rumput lautnya saat ini berusia sekitar 15 hari. Dia mengeluarkan modal sekitar Rp 5 juta untuk memulai budi daya rumput laut.
"Ini akomodir bibit rumput laut Rp 3 juta, kalau dihitung sama talinya sekitar Rp 5 juta," jelas Surokim.
Kini dia hanya bisa pasrah karena rumput laut yang dibudidayakan tahun ini terancam gagal total.
"Sekarang faktanya tidak akan balik modal, gagal total. Ujung-ujungnya bisa habis, lha ini sering kita suarakan seperti ini (soal pencemaran limbah dari tambak udang)," ujar Surokim.
Dia biasa memanen rumput laut tiap 40 hari sekali. Sekali panen rata-rata mendapatkan 3 ton, bernilai sekitar Rp 7,5 juta.
"Kalau di rupiahkan sekitar Rp 2.500 (per kilogram) kali 3 ton," terangnya.
Sekarang, rumput laut Surokim hanya dibiarkan saja karena terselimuti lumut yang diduga berasal dari limbah.
Dia berharap agar tambak udang di Pulau Karimunjawa segera ditutup.
"Harapan masyarakat sini benar-benar ditutup, karena dampaknya ke orang nambak ikan, orang jaring tepi pinggir, rusak terumbu karang," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, DPRD Kabupaten Jepara telah mengesahkan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) 2023-2043. Salah satu isinya melarang semua aktivitas tambak udang di wilayah Karimunjawa.
Selengkapnya di halaman selanjutnya.
Simak Video "Cicipi Buah Jambu Monyet Lezat di Karimun Jawa Besar, Jepara"
(dil/dil)