Sibuknya Damkar Semarang Padamkan Belasan Kebakaran dalam Sehari

Sibuknya Damkar Semarang Padamkan Belasan Kebakaran dalam Sehari

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Minggu, 06 Sep 2026 22:41 WIB
Damkar Kota Semarang saat memadamkan kebakaran di PKL Jatisari, Kecamatam Mijen, Kota Semarang, Minggu (6/9/2026).
Damkar Kota Semarang saat memadamkan kebakaran di PKL Jatisari, Kecamatam Mijen, Kota Semarang, Minggu (6/9/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Belasan peristiwa kebakaran terjadi di Kota Semarang dalam sehari ini. Begini cerita sibuknya Damkar Kota Semarang saat menangani banyaknya kejadian kebakaran.

"(Hari ini ada berapa laporan?) Laporannya waduh banyak sekali. 11 kayaknya," kata Wakil Komandan Peleton Damkar Kota Semarang, Muhammad Husein Yunus Ananta saat ditemui detikJateng seusai memadamkan kebakaran di kawasan Pedagang Kaki Lima (PKL) Jatisari, Kecamatan Mijen, Minggu (6/9/2026).

Nanta mengatakan, laporan kebakaran hari ini terjadi di sejumlah wilayah. Mulai dari kebakaran lahan di Genuk pada pukul 00.50 WIB, lalu kebakaran lahan dekat kawasan TPA Jatibarang Mijen, kebakaran lahan di Stasiun Tawang, hingga kebakaran PKL Jatisari Mijen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di shift kami ada satu di daerah Mangkang, itu rumah huni. Kemudian di sekitar Stasiun Tawang itu lahan kosong, terus di Jabungan daerah Gedawang, itu juga ada, kemudian sore hari ini," jelasnya.

Damkar Kota Semarang saat memadamkan kebakaran di PKL Jatisari, Kecamatam Mijen, Kota Semarang, Minggu (6/9/2026).Wakil Komandan Pleton Damkar Kota Semarang, Muhammad Husein Yunus Ananta usai memadamkan kebakaran di PKL Jatisari, Kecamatam Mijen, Kota Semarang, Minggu (6/9/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng

ADVERTISEMENT

Menurut Nanta, banyaknya laporan kebakaran dalam sehari bukan menjadi alasan bagi petugas untuk mengeluh. Sebab, mereka memang telah disiapkan untuk menghadapi situasi darurat seperti itu.

"Keluh kesah tidak ada, karena memang sudah tugas kita. Memang kita disiapkan, dibentuk, untuk keadaan seperti ini. Ini jobdesk kita, kita harus tetap semangat melayani masyarakat," ujarnya.

Ia menyebut, padatnya tugas juga membuat petugas terkadang belum sempat makan ketika tiba-tiba mendapat laporan baru.

"(Pernah belum sempat makan tiba-tiba sudah kebakaran?) Oh, itu sudah sering dan biasa. Jadi kita memang dilatih untuk keadaan seperti itu," ungkap Ananta.

"Kalau hari ini alhamdulillah tadi sudah makan, cuma kondisi agak kurang fit karena kemarin kejadian beberapa kebakaran besar di Kota Lama, lanjutnya malam kebakaran lagi, sorenya masih ini lagi. Terus berlanjut," lanjutnya.

Kendati kondisi tubuhnya sedang kurang fit, Nanta mengatakan petugas Damkar tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dalam sehari, rata-rata petugas bertugas sekitar delapan jam dalam satu sif.

"Satu sif biasanya lima personel. Walaupun sakit tetap harus untuk masyarakat kita berikan yang terbaik," ujarnya.

Nanta pun mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah, khususnya selama musim kemarau.

"Tolong jangan melakukan pembakaran dulu. Karena kita tidak tahu hasil dari pembakaran itu ada abu atau bunga api yang berterbangan. Mungkin bisa menimbulkan kebakaran di tempat lain," jelasnya.

"Biasanya kalau sudah bakar-bakar sampah itu ditinggal. Nah, itu baranya tertiup angin. Itu tidak diketahui. Tahu-tahu di lokasi lain terjadi kebakaran," sambungnya.

Masyarakat juga diminta memperhatikan instalasi listrik di rumah. Salah satunya dengan mencabut charger ponsel setelah selesai digunakan.

"Pesan kami selama kemarau ini tolong dijaga, jangan sampai bakar-bakar. Untuk instalasi listrik juga dicek. Terutama HP, kalau sudah ngecas chargernya dilepas," pungkas Nanta.



(dil/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads