Apindo Solo Isyaratkan Kenaikan UMK Solo 2023 Bisa Sampai 5 Persen

Apindo Solo Isyaratkan Kenaikan UMK Solo 2023 Bisa Sampai 5 Persen

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Senin, 31 Okt 2022 20:28 WIB
Uang Gaji
Ilustrasi upah. Foto: iStock
Solo -

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Solo saat ini tengah berembuk dengan Dewan Pengupahan terkait Upah Minimum Kota 2023. Hingga kini belum ada titik temu mengenai hal tersebut.

"Sedang dibahas di rapat Dewan Pengupahan. Belum diajukan ke Gubernur," kata Sekretaris Apindo Solo, Wahyu Harianto, saat dihubungi, Senin (31/10/2022).

Dari serikat buruh di Solo sendiri saat ini menginginkan kenaikan UMK Solo tahun 2023 sebesar 10 persen. Hal itu berdasarkan survei kebutuhan hidup layak (KHL), yang dilakukan oleh buruh sepanjang tahun 2022 ini.


Apindo sendiri sudah mengetahui keinginan buruh tersebut. Namun, dia menegaskan penghitungan UMK saat ini harus mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

"Kini ada PP 36, tapi memang jauh dari 10 persen. Tapi kami memberikan ruang kepada teman-teman kami ke dewan pengupahan, untuk menyampaikan aspirasi dari dunia usaha, agar ada titik temu dengan serikat pekerja," ucapnya.

Menurut Wahyu, kenaikan UMK pada tahun lalu yang hanya sebesar 1% memang relatif cukup kecil. Namun dia yakin akan banyak pengusaha yang keberatan jika buruh menuntut kenaikan tahun ini setinggi 10%.

Dia beralasan, saat ini masih banyak pengusaha yang berjuang untuk mengatasi dampak dari pandemi COVID-19.

"Hitungan idealnya untuk pengusaha ada di PP36, tapi di serikat pekerja mengajukan ke Mas Wali Kota (Gibran) agar naik 10 persen. Biar nanti pengusaha juga ngitung. Kalau hitungan di PP 36, pengusaha sudah bisa ngitung jatuhnya di angka berapa, hitung-hitungannya di 4-5%," ucapnya.

Dia menambahkan, Apindo pusat sudah menginstruksikan agar pembicaraan kenaikan upah menggunakan dasar PP 36. Namun menurutnya daerah biasanya memiliki kebijakan sendiri.

"Kalau ada perbedaan, nanti kami serahkan ke Wali Kota. Karena kami beberapa kali berbeda angka dengan serikat pekerja," pungkasnya.



Simak Video "Ratusan Buruh Demo di Kantor Gubernur Jateng, Tuntut Kenaikan UMK 13%"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/apl)