77 Tanah Kas Desa di Boyolali Terdampak Tol Jogja-Solo, Ini Daftarnya

77 Tanah Kas Desa di Boyolali Terdampak Tol Jogja-Solo, Ini Daftarnya

Jarmaji - detikJateng
Rabu, 28 Sep 2022 17:26 WIB
Pembangunan jalan Tol Jogja-Solo di Boyolali.
Pembangunan jalan Tol Jogja-Solo di Boyolali. (Foto: Jarmaji/detikJateng )
Boyolali -

Sebanyak 77 bidang tanah kas desa (TKD) milik 8 desa di Kabupaten Boyolali terdampak proyek pembangunan Tol Jogja-Solo. Pembebasan lahan tanah kas desa milik dua desa di antaranya saat ini telah mendapatkan izin Gubernur Jawa Tengah.

"Dari 8 desa itu, 5 desa sudah mengajukan izin pelepasan TKD ke gubernur dan 2 di antaranya sudah keluar izinnya," kata Kabid Bina Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Boyolali, Hafid Istantio di kantornya, Rabu (28/9/2022).

Ke-77 TKD di delapan desa yang terdampak Tol Jogja-Solo yaitu:


  1. Desa Banyudono Kecamatan Banyudono
    Empat bidang TKD milik Desa Banyudono yang berlokasi di Desa Kuwiran, Kecamatan Banyudono dengan luas 7.460 meter persegi.
  2. Desa Kuwiran, Kecamatan Banyudono
    26 bidang TKD milik Desa Kuwiran dengan luas 36.559 meter persegi.
  3. Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono
    20 bidang TKD milik Desa Jembungan dengan luas 43.500 meter persegi.
  4. Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit
    11 TKD milik Desa Guwokajen, dengan luas 24.544 meter persegi.
  5. Desa Jatirejo, Kecamatan Sawit
    Satu bidang TKD milik Desa Jatirejo dengan luas tanahnya 199 meter persegi.
  6. Desa Kateguhan, Kecamatan Sawit
    Sembilan bidang TKD milik Desa Kateguhan, seluas 7.204 meter persegi.
  7. Desa Ngesrep, Kecamatan Ngemplak
    Dua bidang TKD milik Desa Ngesrep yang berada di Desa Kuwiran dan Jembungan dengan luas 4.230 meter persegi.
  8. Desa Donohudan, Kecamatan Ngemplak
    Empat bidang TKD milik Desa Donohudan seluas 5.972 meter persegi. Keempat bidang itu berada di Desa Jatirejo, Kecamatan Sawit, satu bidang di Jembungan, Kecamatan Banyudono, dan dua bidang di Desa Kateguhan, Kecamatan Sawit.


Hafid menyebut ada lima dari delapan desa tersebut yang sudah mengajukan izin pelepasan ke gubernur. Kelima desa itu yakni Desa Jembungan, Kuwiran, Desa Guwokajen, dan Desa Donohudan serta Ngesrep.

"Dari 5 desa itu, yang sudah keluar izinnya dari gubernur ada 2 desa yaitu Desa Jembungan dan Desa Ngesrep. Desa Jembungan uang ganti rugi (UGR) sudah dibayarkan, langsung ke rekening desa. Kemudian Desa Ngesrep, izin Gubernur juga sudah turun, sekarang baru proses pencairan ke LMAN," ungkap dia.

Hafid menjelaskan tim gubernur sudah mengecek lokasi di Desa Kuwiran, Kecamatan Banyudono dan Desa Guwokajen di Kecamatan Sawit. Sementara untuk tiga desa lainnya masih dalam proses pengajuan izin.

Dia menerangkan dengan izin gubernur ini, TKD yang terdampak proyek Tol Jogja-Solo bisa mendapatkan uang pengganti. Dengan uang pengganti ini pihak desa diberikan kesempatan untuk mencari lahan pengganti.

"Desa yang UGR-nya sudah cair, kemudian digunakan untuk mencari lahan TKD pengganti. Setelah mencapat lahan calon pengganti, diajukan lagi ke Gubernur untuk mendapatkan persetujuan. Kalau disetujui, baru dilakukan pembayaran (pembebasan lahan pengganti TKD)," terangnya.



Simak Video "Alasan Tambang Tanah Uruk Proyek Tol Jogja-Solo Disegel Satpol PP"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/aku)