Klaim Harga Kebutuhan Pokok Stabil, Mendag: Kalau Naik Ongkosnya Disubsidi

Klaim Harga Kebutuhan Pokok Stabil, Mendag: Kalau Naik Ongkosnya Disubsidi

Dian Utoro Aji - detikJateng
Rabu, 28 Sep 2022 15:50 WIB
Menteri Perdagangan Zulkifi Hasan saat berkunjung di Pabrik Rokok Sukun, Kudus, Rabu (28/8/2022).
Menteri Perdagangan Zulkifi Hasan saat berkunjung di Pabrik Rokok Sukun, Kudus, Rabu (28/8/2022). (Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng)
Kudus -

Menteri Perdagangan Zulkifi Hasan mengklaim harga kebutuhan pokok pascakenaikan bahan bakar minyak (BBM) subsidi masih stabil. Zulkifi menyebut pemerintah akan memberikan subsidi ongkos transportasi jika terjadi kenaikan harga.

"Harga masih stabil, kalau naik ongkosnya disubsidi oleh pemerintah. Beras, rakyat tidak usah khawatir, kalau harga yang lain naik, Bulog tetap disubsidi oleh pemerintah, jadi harganya tetap Rp 9.950 ribu," kata Zulkifi kepada wartawan ditemui di Kudus, Rabu (28/9/2022).

Zulkifi menjelaskan jika ada kenaikan kebutuhan pokok maka pemerintah akan memberikan subsidi. Dia mencontohkan misal bawang mahal, maka pemerintah akan memberikan subsidi transportasi. Sehingga harga bawang tidak mahal.


"Misalnya bawang mahal, misalnya mahal, itu akan didatangkan dari pemerintah daerah akan membayar transportasinya, 2-5 persen. Bawah Rp 25 ribu Rp 26 ribu masih belum tapi di atas Rp 30 ribu itu baru disubsidi oleh pemerintah," terang Zulkifi.

Lebih lanjut kata dia harga telur ayam sekarang pun murah. Dia menyebutkan harga telur kisaran Rp 27 ribu sampai Rp 29 ribu per kilo.

"Rp 25 ribu rugi, karena modal telur itu Rp 22 ribu, ongkosnya Rp 24 ribu, kalau dijual Rp 25 ribu. Jadi harga telur paling murah itu Rp 27 sampai Rp 28 ribu, sampai Rp 29 ribu per kilo, itu paling murah," jelasnya.

Harga lainnya lanjutnya adalah daging ayam. Menurutnya harga daging ayam mencapai Rp 35 ribu per kilo. Harga tersebut pun diklaim murah di pasaran jika dibandingkan dengan biaya ongkos pengiriman dan perawatan.

"Ayam Rp 35 ribu sampai Rp 38 ribu, kalau lebih murah lagi peternaknya tutup, karena biaya gemukin itu kecil Rp 6 ribu, tambah biaya harga Rp 16 ribu, jadi ongkos Rp 32 ribu per kilo, ada distributor pengecer, paling murah Rp 35 ribu," ujarnya.

"Cabai Rp 60 ribu, artinya bahan pokok masih terkendali," Zulkifi mengimbuhkan.

Politikus PAN itu berkesempatan kunjungan kerja di Kudus pada Rabu (28/9). Zulkifi berkesempatan mengunjungi pabrik rokok Djarum dan Sukun. Dia mengaku berupaya mendorong agar industri rokok semakin berkembang. Bahkan bisa ekspor ke negara-negara lain.

"Saya memang sengaja mengunjungi industri kita. Kita harus perhatikan kalau ada kendala atau apa yang diperlukan, oleh pemerintah kita harus tahu," terangnya.

"Apalagi industri kita ini andalan produk kita, padat karya. Kerja banyak, menyerap hasil pertanian tembakau, petani cengkeh. Ini harus kita dengarkan apa yang dibutuhkan sehingga perusahaan tambah maju," imbuh dia.



Simak Video "Mendag Sidak Pasar di Sumedang: Harga Terlalu Murah"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/apl)