Ganti Rugi Tol Jogja-Solo di Klaten Tembus Rp 2 Triliun

Ganti Rugi Tol Jogja-Solo di Klaten Tembus Rp 2 Triliun

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Kamis, 15 Sep 2022 14:46 WIB
Warga menerima UGR Tol Jogja-Solo di Kecamatan Ngawen Klaten, Kamis (15/9/2022).
Warga menerima UGR tol Jogja-Solo di Kecamatan Ngawen Klaten, Kamis (15/9/2022). (Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng)
Klaten -

Uang ganti rugi (UGR) proyek Tol Jogja-Solo sebesar Rp 2 triliun telah disalurkan ke warga Klaten. Jumlah dana sebesar itu untuk membayar 2.184 bidang tanah.

"Yang sudah dicairkan 2.184 bidang tanah. Kemarin Rp 1,9 triliun dan hari ini dicairkan lagi Rp 8 miliar, berarti Rp 2 triliun lebih sampai hari ini sudah dicairkan," ungkap Kasi Pengadaan Lahan Kantor BPN Klaten, Sulistyono kepada detikJateng di sela pembayaran UGR di Kantor Kecamatan Ngawen, Kamis (15/9/2022) siang.

Sulistyono menjelaskan UGR sebanyak itu digunakan untuk pembayaran tanah di beberapa kecamatan. Mulai Kecamatan Polanharjo sampai Kecamatan Jogonalan.


"Pembayaran sudah dilakukan di Kecamatan Polanharjo, Delanggu, Ceper, Karanganom, Ngawen, Kebonarum, Karangnongko dan Jogonalan. Yang baru saja kita musyawarahkan Desa Gumul, Kecamatan Karangnongko dan sudah kita ajukan validasi," terang Sulistyono.

Menurut Sulistyono, proyek jalan Tol Jogja-Solo totalnya akan menggunakan 3.961 bidang tanah milik warga dan tanah kas desa. Saat ini pembayaran UGR sudah mencapai 55 persen.

"Yang sudah kita bebaskan mencapai 55 persen. Sisanya akan kita selesaikan tahun ini juga, sehingga tahun ini pengadaan tanah untuk tol selesai," sambung Sulistyono.

General Manager Lahan dan Utilitas PT Jogja Solo Marga Makmur, Muhammad Amin, menyampaikan progres fisik jalan Tol Jogja-Solo sudah mencapai 21 persen. Untuk seksi I Kartasura-Klaten ditargetkan awal 2024 selesai.

"Per minggu kemarin progres sudah 21 persen. Targetnya awal tahun 2024 selesai untuk seksi I," papar Amin kepada wartawan.

Menurut Amin, saat ini konstruksi sudah menggarap badan jalan. Sementara untuk jembatan dan saluran sudah sebagian selesai dibangun.

"Pertama yang dibuat bok jembatan untuk jalan. Saat ini mulai jembatan dan badan jalan sudah diuruk, sekarang sudah terlihat signifikan," terang Amin.

Pantauan detikJateng di kantor Kecamatan Ngawen hari ini, jumlah penerima UGR hanya lima bidang. Satu tanah kas desa Senden, satu bidang milik warga Desa Manjungan dan 3 bidang dari Desa Pepe, Kecamatan Ngawen.

Penerima UGR, Agung Santosa menyatakan menerima Rp 3 Miliar lebih untuk 869 meter persegi tanah pekarangan. Selain tanah ada dua rumah.

"Jadi yang kena pekarangan sama rumah, rumah kami dan rumah pakde. Karena tanah nenek moyang dan rumah peninggalan bapak ya saya wujudkan rumah dan pekarangan lagi," ungkap Agung.



Simak Video "Cerita Warga Korban Banjir Bandang di Semarang, Harta Benda Ludes"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/dil)